Baca 10 detik
- PT Sharp Indonesia memprediksi ketidakpastian geopolitik akan menekan pasar elektronik Indonesia pasca Ramadan 2026.
- Ketegangan global berpotensi menyebabkan kenaikan harga produk elektronik, terutama yang materialnya berbahan dasar plastik.
- Sharp menerapkan strategi "survival mode" dengan menahan ekspansi besar dan fokus pada aktivitas penjualan langsung.
Sebagai gantinya, perusahaan akan lebih fokus pada aktivitas yang langsung mendorong penjualan ke konsumen.
“Akan lebih banyak menjalankan program yang berhubungan dengan sell-out activity, misalnya cicilan 0 persen atau event di booth-booth kecil,” kata Andry.