Pemudik sebaiknya menghindari penggunaan kecerahan otomatis (Auto-Brightness).
Pasalnya, sensor akan terus bekerja menyesuaikan cahaya lingkungan yang berubah-ubah, terutama saat berada di dalam kereta api atau mobil yang melewati terowongan dan area terbuka.
Sangat disarankan bagi pemudik untuk menurunkan tingkat kecerahan ke level terendah yang masih nyaman di mata.
Selain itu, menggunakan Dark Mode atau Mode Gelap pada layar berjenis AMOLED akan sangat efektif menghemat daya karena piksel hitam tidak memerlukan energi untuk menyala.

3. Matikan koneksi yang tidak diperlukan
Saat menempuh perjalanan jauh, ponsel akan terus bekerja keras mencari sinyal menara pemancar terdekat.
Pencarian sinyal yang terus-menerus ini, terutama di area blank spot seperti hutan atau jalur pegunungan, akan membuat baterai cepat panas dan terkuras.
Pemudik sebaiknya mematikan fitur Bluetooth, GPS, dan Wi-Fi jika tidak sedang digunakan.
Jika sinyal benar-benar hilang atau saat berada di dalam pesawat, pemudik dapat mengaktifkan Mode Pesawat.
Baca Juga: 10 Rest Area Terbaik Tol Trans Jawa, Banyak Spot Foto hingga Mini Zoo
Perangkat akan berhenti memindai jaringan secara paksa, sehingga daya baterai dapat terjaga lebih lama hingga tiba di tujuan.
4. Batasi penggunaan aplikasi berat
Menghilangkan kebosanan saat mudik memang paling asyik dengan bermain game atau menonton video streaming.
Namun, aktivitas ini sangat membebani kartu grafis dan prosesor yang berujung pada borosnya baterai.
Pemudik disarankan untuk lebih bijak dalam memilih hiburan. Contohnya dengan membaca artikel luring atau mendengarkan musik yang sudah diunduh sebelumnya.
Jika ingin menonton film, sebaiknya konten tersebut diunduh terlebih dahulu.