- Indosat Ooredoo Hutchison dan Safaricom PLC bermitra untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital berbasis AI yang inklusif.
- Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan inovasi AI, mulai layanan personal hingga sistem jaringan yang lebih cerdas dan efisien.
- Kerja sama ini juga fokus pada penguatan layanan keuangan digital, peningkatan keamanan transaksi, serta pengembangan talenta AI.
Suara.com - Indosat Ooredoo Hutchison resmi menjalin kemitraan strategis dengan Safaricom PLC untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital, berbasis kecerdasan buatan (AI) yang lebih inklusif dan berdampak langsung bagi pelanggan.
Kolaborasi ini menggabungkan ambisi Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi berbasis AI dengan kekuatan layanan keuangan digital milik Safaricom, yakni M-PESA, salah satu ekosistem mobile money paling sukses di dunia.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan menghadirkan berbagai inovasi berbasis AI, mulai dari pengalaman pelanggan yang lebih personal hingga sistem jaringan yang lebih cerdas dan efisien.
President Director dan CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam transformasi digital perusahaan.
“Kemitraan ini adalah langkah nyata untuk bergerak dari aspirasi menuju aksi. Dengan menggabungkan ambisi Indosat menjadi AI-Native TechCo dan keahlian Safaricom dalam membangun ekosistem fintech, kami ingin menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan pelanggan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelanggan akan merasakan manfaat langsung dari berbagai teknologi baru yang dikembangkan.
“Mulai dari jaringan yang lebih cerdas, transaksi digital yang lebih aman, hingga pengalaman digital yang lebih personal dan intuitif,” lanjut Vikram dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).
AI Bikin Layanan Lebih Personal dan Proaktif
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan sistem berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Teknologi seperti predictive care akan digunakan untuk mendeteksi potensi gangguan jaringan sebelum berdampak ke pelanggan.
Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan rekomendasi produk yang lebih relevan, terutama untuk pengguna prabayar, serta layanan pelanggan berbasis conversational AI yang lebih cepat dan responsif.
Di sisi lain, Indosat akan memanfaatkan pengalaman Safaricom dalam mengelola layanan keuangan digital untuk memperkuat keamanan dan keandalan transaksi, termasuk saat terjadi lonjakan trafik.
Perkuat Fintech dan Cegah Penipuan Digital
Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan sistem pencegahan penipuan berbasis AI, pengelolaan risiko yang lebih canggih, serta peningkatan kapabilitas merchant dalam ekosistem digital.
CEO Safaricom, Peter Ndegwa, menilai kerja sama ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi langkah besar dalam membangun ekonomi digital yang inklusif.
“Kolaborasi ini melampaui sekadar inovasi. Ini tentang bagaimana teknologi dapat mentransformasi kehidupan, mulai dari cara masyarakat hidup, bekerja, hingga terhubung,” jelasnya.
Ia menambahkan, fokus utama kemitraan ini adalah menghadirkan manfaat nyata bagi berbagai lapisan masyarakat.
![Kolaborasi Indosat x Safaricom. [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/17/56051-kolaborasi-indosat-x-safaricom.jpg)
“Dari jaringan yang lebih cerdas dan transaksi yang lebih aman hingga pengalaman digital yang lebih intuitif, kami ingin membentuk ekosistem di mana individu, pelaku usaha, dan komunitas dapat berkembang,” tegasnya.
Investasi Jaringan Lebih Presisi dengan AI
Selain layanan pelanggan, kerja sama ini juga akan mendorong efisiensi investasi jaringan melalui pendekatan berbasis AI seperti Smart CAPEX.
Dengan memanfaatkan analisis data yang lebih akurat, Indosat dapat mengalokasikan investasi jaringan secara lebih tepat sasaran, terutama di wilayah dengan pertumbuhan tinggi maupun daerah yang masih minim akses digital.
Fokus pada Pengembangan Talenta AI
Tak hanya teknologi, Indosat dan Safaricom juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Kedua perusahaan akan menjalankan program peningkatan literasi AI, termasuk membentuk peran baru seperti Business–AI Translator serta program pertukaran pengetahuan lintas organisasi.
Kemitraan ini menegaskan bahwa masa depan industri telekomunikasi tidak hanya bergantung pada konektivitas, tetapi juga pada integrasi AI, platform digital, dan layanan keuangan dalam satu ekosistem yang cerdas dan terhubung.