- Strava resmi memangkas harga langganan premium hingga 40 persen di Indonesia pada akhir Maret 2026.
- Tujuan utama langkah ini adalah mendorong masyarakat Indonesia agar lebih aktif dan terhubung dengan komunitas.
- Penurunan harga tersebut berlaku untuk semua paket tanpa mengurangi satu pun fitur premium yang tersedia.
Suara.com - Strava resmi menurunkan harga langganannya hingga 40 persen, membuka akses lebih luas bagi pengguna untuk menikmati fitur premium tanpa harus merogoh kocek dalam.
Langkah ini diumumkan pada akhir Maret 2026, bertepatan dengan momen pasca-Ramadan ketika banyak orang mulai kembali membangun rutinitas olahraga.
Dengan strategi ini, Strava ingin mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia untuk tetap aktif sekaligus terhubung dengan komunitas olahraga.
Chief Marketing Officer Strava, Louisa Wee, menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar penyesuaian harga, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
“Kami memahami bahwa gaya hidup aktif sangat penting bagi masyarakat Indonesia dalam menjalin koneksi dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menyoroti tren sosial dari olahraga, terutama lari, yang kini semakin populer di Indonesia.

“Bahkan, laporan terbaru kami menunjukkan bahwa hampir separuh responden di Indonesia menyatakan klub lari adalah tempat yang baik untuk bertemu orang lain!” tambahnya.
Menariknya, meski harga turun signifikan, Strava memastikan tidak ada pengurangan fitur bagi pelanggan. Semua layanan premium tetap tersedia seperti sebelumnya.
“Dengan penurunan harga berlangganan Strava, tak ada fitur yang dihilangkan atau fungsi yang dikurangi. Kami tetap menyediakan fitur yang sama untuk membantu lebih banyak pengguna mencapai tujuan kebugaran, namun dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Louisa.
Penyesuaian harga ini berlaku untuk seluruh paket, mulai dari langganan bulanan hingga paket keluarga dan pelajar. Perubahan juga akan otomatis diterapkan bagi pelanggan lama saat masa perpanjangan berikutnya.
Sebagai salah satu aplikasi kebugaran terbesar di dunia dengan lebih dari 195 juta pengguna di lebih dari 185 negara, Strava menawarkan berbagai fitur yang mendukung aktivitas olahraga sekaligus interaksi sosial.
Pengguna dapat menetapkan target kebugaran, memantau progres latihan, hingga membandingkan performa dengan komunitas.
Selain itu, fitur berbasis data seperti prediksi performa lomba dan analisis aktivitas membantu pengguna memahami perkembangan mereka secara lebih mendalam.
Tak hanya soal olahraga, Strava juga memperkuat sisi sosial dengan fitur berbagi aktivitas, komentar, hingga integrasi ke media sosial.
Langkah penurunan harga ini semakin mempertegas posisi Strava sebagai platform yang tidak hanya fokus pada kebugaran, tetapi juga komunitas dan koneksi sosial.