- Telkomsel meluncurkan program IndonesiaNEXT tahun ke-10 untuk meningkatkan keterampilan AI bagi mahasiswa di berbagai kampus seluruh Indonesia.
- Inisiatif ini bertujuan menjembatani kesenjangan kebutuhan 400 ribu talenta digital tahunan melalui pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan ahli industri.
- Rangkaian program yang berlangsung tahun 2026 ini mencakup roadshow ke ITB, UGM, BINUS, serta Universitas Brawijaya bagi mahasiswa.
Suara.com - Kebutuhan tenaga kerja di bidang Artificial Intelligence (AI) dan industri digital terus meningkat di Indonesia.
Menjawab tren tersebut, Telkomsel kembali menghadirkan program IndonesiaNEXT tahun ke-10, sebuah inisiatif pengembangan talenta digital yang menyasar mahasiswa di berbagai kampus Tanah Air.
Mengusung tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges”, program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital berbasis AI agar siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
IndonesiaNEXT menjadi salah satu program yang paling banyak dicari mahasiswa karena menghadirkan pelatihan, mentoring, sertifikasi industri, hingga peluang memperluas jaringan kerja di sektor teknologi.
Telkomsel Siapkan Talenta AI untuk Industri Digital
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui pengembangan sumber daya manusia.
“Program ini kami rancang untuk membekali generasi muda dengan pembelajaran berbasis AI yang aplikatif, eksposur langsung terhadap perspektif industri, serta proses pendampingan yang konsisten dan terarah," ujar Abdullah Fahmi.
Menurutnya, mereka dapat mengembangkan potensi terbaik dan berkontribusi nyata di ekosistem digital nasional.
Ia menambahkan, memasuki usia satu dekade, IndonesiaNEXT terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan industri yang bergerak cepat.
“Memasuki satu dekade perjalanan IndonesiaNEXT, perusahaan ingin memastikan program ini terus relevan dan berdampak dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran menyeluruh, dari penguatan kompetensi AI," lanjutnya.
Ia melihat hal ini untuk kesiapan karier, agar talenta muda Indonesia mampu menjawab tantangan industri digital yang terus berkembang.
Industri Butuh 400 Ribu Talenta Digital Baru Setiap Tahun
Telkomsel menyebut kebutuhan industri terhadap tenaga digital terus melonjak.
Indonesia diperkirakan masih membutuhkan sekitar 400 ribu talenta digital baru setiap tahun, sementara sekitar 70 persen perusahaan telah mulai mengadopsi teknologi AI dalam operasional bisnisnya.
Namun di sisi lain, integrasi AI di perguruan tinggi dinilai masih terbatas. Hal ini menciptakan kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dengan kesiapan lulusan kampus.