Suara.com - Biaya langganan Canva Premium dan CapCut Pro yang tertera di anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora sontak menuai segudang kontroversi.
Pasalnya, tertera bahwa keseluruhan anggaran sekitar Rp2,5 miliar pada 2026 untuk kebutuhan internet di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dikutip dari data anggaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Blora, secara spesifik anggaran yang tertera adalah sekitar Rp910 ribu/tahun untuk CapCut dan Rp1,8 juta/tahun untuk Canva.
Sisa dari keseluruhan anggaran miliaran tersebut dialokasikan ke kebutuhan lain seperti internet.
Meskipun Dinas Kominfo Blora sudah menjelaskan bahwa langganan CapCut dan Canva demi kebutuhan sosialisasi program daerah melalui media sosial, publik tetap geram.
Anggaran miliaran Rupiah tersebut sebenarnya juga sudah dijelaskan bahwa tak keseluruhan dialokasikan untuk CapCut dan Canva.
Tak sedikit pihak dari publik yang menilai bahwa anggaran langganan kedua aplikasi tersebut realitanya bisa lebih murah.
Lantas, berapa biaya langganan kedua aplikasi editing "sejuta umat" tersebut?
Biaya Langganan Canva Legal

Biaya langganan Canva Premium langsung dari situs resmi dan legal ternyata jauh lebih murah, bahkan untuk korporasi maupun instansi pemerintahan.
Biaya yang perlu dikeluarkan hanya sekitar Rp95.000 per bulan atau Rp769.000 untuk paket tahunan.
Jika dibandingkan, angka ini tentu terasa sangat ringan dan jauh dari kata mahal.
Apalagi jika disandingkan dengan anggaran langganan tertentu seperti di Pemkab Blora yang sempat menyentuh angka Rp1,8 juta sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
Adapun dengan harga yang lebih terjangkau tersebut, seluruh akses ke 100 juta lebih aset premium sudah terbuka lebar.
Fitur canggih seperti Penghapus Latar Belakang dan Magic Resize siap membantu pengerjaan konten menjadi lebih praktis tanpa perlu pengeditan manual.
Kelebihan lainnya terletak pada teknologi Magic Studio berbasis AI yang semakin pintar dalam menghasilkan desain otomatis.