Suara.com - Jauh sebelum ada media sosial Instagram, TikTok, bahkan Facebook ada satu media sosial bernama Friendster yang membawa segudang memori.
Friendster kini dipastikan 'bangkit dari kubur' dan bisa kembali digunakan oleh mereka yang ingin bernostalgia.
Sosok programmer bernama Mike Carson kini mendapat akses resmi untuk menghidupkan kembali Friendster.
Melalui upaya Carson, Friendster kini dapat digunakan dan diunduh melalui Apple Store untuk para pengguna perangkat iOs seperti iPhone maupun iPad.
Adapun sejak Rabu (29/4/2026), Friendster bisa diakses oleh umum semenjak Carson membeli domain Friendster.com pada 2023 lalu.
Jasa Carson memang terbilang besar untuk mereka yang ingin kembali mengulang masa lalu. Tetapi faktanya, Carson bukan sosok pendiri Friendster.
Lantas, siapa pendiri Friendster sebenarnya?
Kenalan dengan Jonathan Ambrams, Pendiri Friendster
Jonathan Abrams adalah insinyur perangkat lunak dan pengusaha asal Kanada yang dikenal luas sebagai "Bapak Media Sosial Modern".
Sebelum era Facebook mendominasi, Abrams merumuskan konsep revolusioner tentang bagaimana manusia berinteraksi di dunia digital.
Ia memiliki latar belakang teknis yang kuat, pernah bekerja di perusahaan teknologi ternama seperti Netscape dan Nortel sebelum akhirnya terjun ke dunia startup.
Sebagai pendiri Friendster, Abrams tidak sekadar menciptakan situs web, melainkan sebuah ekosistem koneksi berdasarkan "lingkaran pertemanan".
Ia memperkenalkan fitur-fitur yang kini menjadi standar industri, seperti profil pengguna, daftar teman, dan kemampuan untuk melihat bagaimana kita terhubung dengan orang asing melalui koneksi timbal balik.
Meski ia sempat mendapatkan tawaran akuisisi fantastis dari Google sebesar USD 30 juta pada tahun 2003, Abrams memilih untuk tetap independen.
Keputusannya ini sering dianggap sebagai salah satu momen paling krusial dalam sejarah Lembah Silikon.