- Oppo mengintegrasikan unit bisnis Realme dan OnePlus untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.
- Tim riset, pemasaran, dan layanan purna jual akan digabungkan di bawah Oppo.
- Kedua merek tetap mempertahankan identitas produk masing-masing di pasar global.
Suara.com - Industri smartphone kemungkinan bakal lebih ramping dalam beberapa waktu ke depan. Informan populer Digital Chat Station (DCS) mengonfirmasikan bahwa Realme akan segera bergabung dengan OnePlus.
Ini berarti Realme dan OnePlus bakal bersatu dalam sebuah wadah tertentu.
Mereka kabarnya bergabung di bawah satu unit bisnis baru yang dikelola oleh induk perusahaan mereka, Oppo.
Sebagai informasi, raksasa teknologi BBK Electronics mempunyai banyak merek yaitu Oppo, Vivo, Realme, OnePlus, dan iQOO.
DCS membocorkan bahwa OnePlus dan Realme bergabung dalam rangka efisiensi perusahaan terkait pengembangan produk hingga pengoptimalan sumber daya.
Meski begitu, ini masih sekadar bocoran mengingat perusahaan belum memberikan pernyataan resmi.

Namun bocoran dari DCS serta sumber industri dari petinggi perusahaan mengatakan bahwa penggabungan Realme dan OnePlus akan efektif dalam waktu dekat.
Langkah Strategis Penggabungan Realme dan OnePlus
Langkah strategis penggabungan Realme dan OnePlus di bawah Oppo menandai pergeseran besar dalam cara ketiga merek tersebut akan beroperasi ke depan.
Itu lantas memicu banyak pertanyaan di kalangan penggemar dan analis.
Menurut sumber industri, restrukturisasi ini menciptakan apa yang disebut "unit bisnis sub-seri" yang dipimpin oleh CEO Realme, Sky Li.
Secara praktis, ini berarti tim riset dan pengembangan (R&D), strategi produk, pemasaran, hingga layanan purna jual dari OnePlus dan Realme akan digabungkan.
Mengutip GSMArena dan AndroidCentral, bukti integrasi bahkan sudah terlihat, di mana tim Realme telah pindah ke kantor pusat Oppo.
Tak hanya itu, layanan perbaikan mereka kini ditangani oleh jaringan Oppo sejak 1 April lalu.
Informan ternama, Digital Chat Station, mengungkapkan bahwa "sebuah pusat produk telah didirikan, yang mencakup departemen produk domestik dan luar negeri."