- Donald Trump merilis 160 dokumen rahasia terkait fenomena UFO dan UAP.
- Dokumen mencakup laporan saksi mata astronot Apollo 11 dan Apollo 17.
- Masyarakat kini dapat mengakses 400 insiden misterius melalui portal resmi pemerintah
Suara.com - Presiden Amerika Serikat kembali membuat kehebohan di media sosial pada Jumat (8/5/2026). Ia mengumumkan telah mengunggah 160 dokumen rahasia mengenai Unidentified Flying Object (Benda Terbang Aneh) atau UFO.
Sebagai informasi, UFO merupakan topik pembahasan mengenai penggemar luar angkasa yang meyakini adanya alien hingga benda terbang canggih.
Melalui akun resmi Gedung Putih (White House) dan postingan viral Truth Social, Donald Trump mengaku telah menepati janji untuk mengunggah dokumen yang selama ini dirahasiakan NASA dan Pentagon.
Postingan di Truth Social membahas dokumen kehidupan alien dan ekstraterestrial serta keberadaan Unidentified Aerial Phenomena (UAP) atau Fenomena Udara Tak Dikenal.
"Mengenai janji saya kepada Anda, Departemen Perang telah merilis bagian pertama dari berkas UFO/UAP kepada publik untuk ditinjau dan dipelajari. Dalam upaya untuk transparansi lengkap dan maksimum, merupakan kehormatan bagi saya mengarahkan pemerintahan untuk mengidentifikasi dan menyediakan berkas pemerintah yang berkaitan dengan Kehidupan Alien dan Ekstraterestrial, Fenomena Udara Tak Dikenal (UAP), dan Benda Terbang Tak Dikenal (UFO)," tulis Donald Trump pada Jumat (8/5/2026) di Truth Social.
Ia turut mempersilakan pengikut di media sosial untuk mengambil kesimpulan pada rangkaian dokumen UFO dari Departemen Pertahanan AS dan NASA.
Menurut Trump, dokumen tersebut masuk dalam kategori "Classified" atau "Rahasia", namun ia memilih untuk membagikannya ke publik.
"Pemerintahan sebelumnya gagal untuk transparan dalam hal ini. Dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, 'Apa yang sebenarnya terjadi?' Selamat bersenang-senang dan menikmati," pungkas Donald Trump. Pernyataan Donald Trump dan Gedung Putih lantas viral menuai sorotan publik.
File Rahasia UAP dan UFO
Pentagon resmi merilis berkas rahasia terkait Fenomena Anomali Tak Teridentifikasi (UAP), yang selama dekade terakhir lebih populer dengan sebutan UFO.
Langkah besar ini diambil di bawah arahan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memberikan transparansi maksimal kepada publik.
Melalui portal khusus, masyarakat kini dapat meninjau lebih dari 160 berkas yang merinci 400 insiden misterius dari seluruh dunia.
“Rakyat Amerika kini dapat mengakses file UAP yang telah dideklasifikasi milik pemerintah federal secara instan,” tegas pihak Pentagon dalam siaran persnya.
Sorotan utama dalam dokumen ini mencakup laporan dari misi legendaris Apollo. Buzz Aldrin, dalam misi Apollo 11 tahun 1969, melaporkan melihat “kilatan-kilatan kecil di dalam kabin, dengan jarak beberapa menit,” saat mencoba beristirahat.
Ia juga menggambarkan melihat “apa yang tampak seperti sumber cahaya yang cukup terang yang untuk sementara kami anggap sebagai kemungkinan laser.”