-
Qualcomm perkenalkan Snapdragon C untuk laptop Windows seharga 300 Dolar AS.
-
Chipset ini fokus pada efisiensi baterai tinggi dan desain tanpa kipas.
-
Acer Aspire Go 15 menjadi laptop pertama yang mengadopsi Snapdragon C.
Suara.com - Tak terlalu banyak teaser, Qualcomm kini mengenalkan sebuah chipset khusus untuk laptop murah. Chipset tersebut mempunyai nama komersial sebagai Snapdragon C.
Dapur pacu ini dirancang untuk memberi tenaga pada laptop Windows di kisaran harga 300 dolar AS atau Rp5,3 juta.
Jika sebelumnya laptop dengan Qualcomm Snapdragon X, seperti Lenovo IdeaPad Slim 3X seharga 518 dolar AS (Rp9,2 juta), sudah dianggap cukup terjangkau dan mampu bersaing dengan Apple MacBook Neo, maka Snapdragon C hadir untuk mendisrupsi pasar lebih jauh lagi.
Langkah strategis ini bertujuan menghadirkan notebook yang jauh lebih murah agar teknologi ARM yang efisien dapat dinikmati lebih banyak pengguna.
Laptop murah dengan Snapdragon C bakal mengincar segmen pengguna pelajar, keluarga, dan pekerja kantoran.
Meskipun detail spesifiknya masih dirahasiakan hingga ajang Computex mendatang, Qualcomm telah memberikan beberapa bocoran menarik.

Snapdragon C dipersiapkan untuk mendukung laptop Windows seharga sekitar 300 dolar AS, jauh di bawah harga MacBook Neo yang berada di kisaran 600 dolar AS.
Berbeda dengan seri Snapdragon X yang menggunakan inti CPU Oryon khusus, chipset baru ini akan memakai inti CPU Kryo berbasis IP Arm.
Walau performanya kemungkinan tidak secepat sang kakak, Qualcomm menjanjikan laptop berbasis Snapdragon C hadir dengan desain yang “keren dan senyap”.
Tak hanya itu, daya tahan baterai juga diklaim sangat baik untuk penggunaan harian. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kemampuan kecerdasan.
Meski dilengkapi NPU terintegrasi, Qualcomm mengonfirmasi bahwa chip ini tidak akan mendukung fitur Microsoft Copilot+.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa performa NPU-nya belum memenuhi standar 40 TOPS yang disyaratkan Microsoft.
Namun, bagi pengguna umum, kehadiran AI tetap dinilai cukup membantu untuk meningkatkan efisiensi kerja ringan sehari-hari.
Mengutip Android Authority, Acer telah mencuri start dengan mengumumkan Acer Aspire Go 15 sebagai laptop pertama yang menggunakan Snapdragon C.
Perangkat ini dibekali RAM 8 GB, SSD 512 GB, serta dua port USB-C yang berfungsi penuh, menjadikannya pilihan menarik untuk kebutuhan produktivitas.
Tantangan terbesar saat ini adalah realisasi harga jual. Di tengah kenaikan biaya komponen dan krisis DRAM, banyak pihak meragukan apakah harga 300 dolar AS benar-benar dapat dipertahankan, terutama untuk varian dengan kapasitas RAM lebih tinggi.
Namun, jika Qualcomm dan para produsen laptop berhasil menekan biaya produksi, Snapdragon C berpotensi menjadi standar baru laptop murah berkualitas tinggi di pasar global, termasuk China dan negara berkembang lainnya.