- BSSN mencatat 5,16 miliar anomali trafik siber selama 2025 yang mengancam operasional bisnis serta reputasi organisasi di Indonesia.
- ITSEC Asia dan ADIGSI menggelar simulasi krisis siber bagi pemimpin organisasi di Makassar untuk memperkuat kemampuan pengambilan keputusan strategis.
- Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan siber melalui pemetaan risiko serta perangkat praktis agar organisasi siap menghadapi serangan digital nyata.
Selain simulasi, peserta juga mendapatkan tiga perangkat yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja, yakni Security Flow untuk memetakan risiko keamanan, Security Design Concept sebagai panduan merancang sistem keamanan digital, serta Security Skills Assessment & Recognition guna mengukur peningkatan kompetensi dalam menghadapi insiden siber.
![Gerakan Nasional Ketahanan Siber ke Indonesia Timur. [ITSEC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/27/15584-gerakan-nasional-ketahanan-siber-ke-indonesia-timur.jpg)
BSSN: Ketahanan Siber Jadi Fondasi Ekonomi Digital
Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menegaskan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan transformasi digital Indonesia.
"Pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan dalam menghadapi berbagai risiko siber. Upaya ini membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar ruang digital Indonesia dapat tumbuh secara sehat, aman, dan terpercaya," ujar Slamet.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas menjadi kunci membangun ekosistem digital yang tangguh menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
ADIGSI Dorong Kesadaran Jadi Aksi Nyata
Sementara itu, Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto, mengatakan banyak organisasi kini telah memahami pentingnya keamanan siber. Namun, tantangan terbesar adalah mengubah kesadaran tersebut menjadi langkah nyata di tingkat operasional.
"Banyak organisasi sudah menyadari pentingnya keamanan siber, namun tantangan berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan kesadaran tersebut menjadi tindakan nyata. Melalui GNKS, kami ingin menghadirkan forum yang praktis sehingga para peserta dapat saling belajar dan membawa hasil yang bisa diterapkan di organisasi masing-masing," katanya.
Firlie menambahkan, Makassar dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem digital.
Roadshow Ketahanan Siber Berlanjut ke Sejumlah Kota
Gerakan Nasional Ketahanan Siber merupakan inisiatif ITSEC Asia bersama ADIGSI yang berlangsung sepanjang 2026 untuk meningkatkan kesiapan organisasi menghadapi ancaman siber di berbagai sektor.
![Ilustrasi Keamanan Siber. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/23/78830-ilustrasi-keamanan-siber.jpg)
Setelah diselenggarakan di Banten dan Makassar, roadshow akan berlanjut ke Pontianak, Bali, Yogyakarta, dan Medan, dengan harapan semakin banyak organisasi yang memiliki kemampuan menghadapi krisis keamanan digital.
"Kami berharap semakin banyak organisasi yang terlibat dalam gerakan ini. Ketahanan siber pada akhirnya merupakan kepentingan bersama yang akan mendukung tingkat kepercayaan terhadap ekonomi digital Indonesia," tutup Patrick dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026).