Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi

Dythia Novianty

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:38 WIB
Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi
Ilustrasi keamanan siber. [Pexels]
baca 10 detik
  • BSSN mencatat 5,16 miliar anomali trafik siber selama 2025 yang mengancam operasional bisnis serta reputasi organisasi di Indonesia.
  • ITSEC Asia dan ADIGSI menggelar simulasi krisis siber bagi pemimpin organisasi di Makassar untuk memperkuat kemampuan pengambilan keputusan strategis.
  • Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan siber melalui pemetaan risiko serta perangkat praktis agar organisasi siap menghadapi serangan digital nyata.

Suara.com - Ancaman serangan siber di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital di berbagai sektor.

Tidak hanya menyerang sistem teknologi informasi, insiden siber kini juga berpotensi mengganggu operasional bisnis, layanan publik, hingga reputasi organisasi.

Kondisi tersebut membuat kesiapan menghadapi krisis siber menjadi perhatian utama para pemimpin perusahaan dan institusi.

Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan sepanjang 2025 terdapat lebih dari 5,16 miliar anomali trafik atau indikasi aktivitas siber yang memerlukan perhatian.

Angka tersebut menegaskan bahwa kemampuan merespons insiden kini sama pentingnya dengan upaya pencegahan.

Menjawab tantangan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) bersama Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menggelar Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS) di Makassar sebagai upaya memperkuat kesiapan organisasi menghadapi berbagai skenario serangan siber.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla itu mempertemukan para pemimpin industri, praktisi keamanan siber, regulator, hingga pemangku kepentingan dalam sebuah simulasi pengambilan keputusan saat terjadi krisis keamanan digital.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan ancaman siber saat ini telah berkembang menjadi isu strategis yang tidak lagi menjadi tanggung jawab divisi teknologi informasi semata.

"Ketika sebuah insiden terjadi, dampaknya bisa meluas ke operasional bisnis, layanan kepada pelanggan, hingga reputasi organisasi. Karena itu, kesiapan menghadapi krisis siber tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab tim IT saja. Para pengambil keputusan juga perlu memahami bagaimana merespons situasi tersebut dengan cepat dan tepat," ujar Patrick.

baca juga

Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya membangun sistem pertahanan digital, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat ketika insiden benar-benar terjadi.

"Kami ingin peserta pulang dengan sesuatu yang dapat langsung digunakan. Karena itu, GNKS tidak hanya membahas ancaman, tetapi juga membantu organisasi memetakan risiko, menyusun desain pengamanan, dan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan ketika menghadapi insiden. Tujuannya sederhana, yaitu membantu organisasi menjadi lebih siap," katanya.

Simulasi Krisis Siber untuk Para Pengambil Keputusan

Berbeda dengan seminar keamanan siber pada umumnya, GNKS menghadirkan Executive Tabletop Exercise, yaitu simulasi yang dirancang khusus bagi pimpinan perusahaan dan organisasi.

Dalam program tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menjalani lima tahapan simulasi, mulai dari mengenali skenario ancaman, menyusun strategi mitigasi, mengambil keputusan saat krisis berlangsung, mempresentasikan hasil keputusan, hingga melakukan evaluasi bersama.

Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman praktis mengenai bagaimana sebuah serangan siber berkembang dan langkah-langkah yang harus diambil untuk meminimalkan dampaknya terhadap organisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Kini Beralih ke Pencurian Data Login

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ancaman Siber Kini Beralih ke Pencurian Data Login

Tekno | Jum'at, 17 April 2026 | 16:03 WIB

Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan

Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI

Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI

Tekno | Jum'at, 10 April 2026 | 15:49 WIB

ManageEngine Rilis Sistem Keamanan AI Terbaru, Ancaman Siber Bisa Dihentikan Otomatis!

ManageEngine Rilis Sistem Keamanan AI Terbaru, Ancaman Siber Bisa Dihentikan Otomatis!

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 11:15 WIB

40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop

40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop

Tekno | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Terbesar 2025, Perusahaan Asia Pasifik Wajib Waspada

Serangan Rantai Pasokan Jadi Ancaman Siber Terbesar 2025, Perusahaan Asia Pasifik Wajib Waspada

Tekno | Senin, 23 Maret 2026 | 14:45 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×