- Grab Indonesia meluncurkan gerakan Langkah Hijau untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060.
- Perusahaan menargetkan perluasan armada kendaraan listrik hingga lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun 2026 mendatang.
- Kampanye #KitaBijakBBM mengajak masyarakat menggunakan layanan aplikasi yang efisien energi guna menekan konsumsi bahan bakar minyak nasional.
Suara.com - Di tengah meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tekanan biaya transportasi, dan target pemerintah mencapai Net Zero Emissions (NZE) 2060, pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi salah satu solusi yang terus didorong.
Selain mengurangi emisi karbon, penggunaan EV juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi nasional sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, Grab Indonesia meluncurkan gerakan "Langkah Hijau Grab untuk Indonesia" melalui kampanye #KitaBijakBBM. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga mengumumkan komitmen untuk memperluas armada kendaraan listrik hingga lebih dari tiga kali lipat sepanjang 2026.
Peluncuran inisiatif tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyebut kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi nasional.
"Bagi kami, transisi energi yang merangkul masyarakat membutuhkan partisipasi seluruh pihak, termasuk sektor swasta dan para pelaku mobilitas di lapangan," ujar AHY.
Menurutnya, komitmen Grab untuk memperluas armada kendaraan listrik menunjukkan bagaimana inovasi dapat membantu masyarakat beralih ke pola konsumsi energi yang lebih efisien.
![Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/28363-menko-bidang-infrastruktur-dan-pembangunan-kewilayahan-agus-harimurti-yudhoyono-ahy.jpg)
Dia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung pencapaian Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat.
"Selain berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, adopsi kendaraan listrik juga dapat mendukung perbaikan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Armada EV Grab Ditargetkan Naik Lebih dari Tiga Kali Lipat
Sebagai operator armada kendaraan listrik terbesar di Indonesia, Grab mengungkapkan jumlah armada EV yang beroperasi telah melampaui 28.000 unit hingga Mei 2026, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan perusahaan akan terus mempercepat investasi untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.
"Kami percaya teknologi dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih cerdas dan berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari. Per Mei 2026, armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hingga akhir 2026, kami berkomitmen meningkatkan jumlah armada EV lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya," beber Neneng.
Menurutnya, ekspansi tersebut akan didukung melalui investasi armada baru, kerja sama dengan produsen kendaraan listrik (OEM), pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta berbagai program percepatan adopsi EV bagi mitra pengemudi.
Hadirkan Layanan Hemat Energi Lewat #KitaBijakBBM
Selain memperluas armada kendaraan listrik, Grab juga memperkenalkan gerakan #KitaBijakBBM yang mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penghematan energi melalui layanan sehari-hari di dalam aplikasi.
Beberapa layanan yang menjadi bagian dari gerakan tersebut antara lain GrabCar Electric, GrabBike Electric, Group Ride, GrabCar Hemat, GrabFood Group Order, GrabFood Nearby Delivery, GrabMart Nearby, hingga GrabExpress Instant Hemat.
![CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/30003-ceo-grab-indonesia-neneng-goenadi.jpg)
Melalui berbagai fitur tersebut, pengguna dapat memilih perjalanan, pengantaran makanan, maupun pengiriman barang dengan rute yang lebih efisien sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan.
"Grab percaya keberlanjutan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Neneng.
Fitur Baru Bantu Kurangi Konsumsi BBM
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Group Ride, fitur yang memungkinkan beberapa pengguna berbagi kendaraan menuju tujuan yang sama meski berangkat dari lokasi berbeda.
Sementara pada layanan pesan makanan, GrabFood Group Order memungkinkan pengguna menggabungkan beberapa pesanan dalam satu kali pengiriman sehingga jumlah perjalanan kurir dapat dikurangi.
Grab juga menghadirkan GrabMart Nearby dan GrabExpress Instant Hemat yang memprioritaskan toko maupun rute terdekat agar proses pengiriman menjadi lebih efisien dari sisi waktu, biaya operasional, dan konsumsi energi.
Mitra Pengemudi Dapat Insentif EV dan Voucher BBM
Untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, Grab turut menghadirkan berbagai program bagi mitra pengemudi.
Program tersebut mencakup subsidi biaya sewa kendaraan listrik, prioritas distribusi order, peningkatan insentif, hingga skema kepemilikan kendaraan melalui GrabFin dan mitra pembiayaan.
Selain itu, Grab bekerja sama dengan Pertamina untuk menyediakan voucher BBM bersubsidi sebagai bagian dari program loyalitas, serta dukungan lain berupa cashback dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
![Logo Grab dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/48999-logo-grab.jpg)
Dukung Target Kemandirian Energi Nasional
Grab menegaskan bahwa gerakan "Langkah Hijau Grab untuk Indonesia" merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda pemerintah dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mempercepat transisi menuju mobilitas rendah emisi.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, industri otomotif, dan mitra pengemudi, perusahaan berharap semakin banyak masyarakat yang beralih pada pilihan transportasi dan layanan digital yang lebih hemat energi.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung target Indonesia menuju ekonomi hijau yang lebih berkelanjutan di masa depan.