Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB
Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!
Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013–2014, Chatib Basri, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan di balik fluktuasi nilai tukar rupiah belakangan ini. Foto tangkapan layar YouTube Grab Indonesia.
baca 10 detik
  • Pasar Cemas Risiko Fiskal: Kecemasan pasar sumbang 23% pelemahan kurs rupiah belakangan ini.
  • Chatib sebut opsi menteri keuangan hanya tiga: naikkan pajak, potong belanja, atau utang.
  • Pemangkasan anggaran secara selektif jadi obat mujarab jaga kredibilitas fiskal.

Suara.com - Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013–2014, Chatib Basri, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan di balik jebolnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000. Menurut dia isu fiskal tidak ditangani dengan baik oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan.

Menurut Chatib, sekitar 23 persen dari total pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang terjadi akhir-akhir ini bukan disebabkan oleh faktor fundamental ekonomi nasional yang memburuk, melainkan dipicu oleh kecemasan pasar terhadap risiko fiskal pemerintah.

"Artinya saya bisa bilang bahwa soal kita itu adalah soal confidence risk. Jadi kalau isu ini di-address (ditangani), sebetulnya ada harapan ini bisa diperbaiki," ujar Chatib dalam acara Grab Business Forum 2026 di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Chatib mencatat bahwa kekhawatiran pelaku pasar ini tecermin dari kenaikan premi risiko Indonesia atau Credit Default Swap (CDS) yang merangkak naik sejak awal tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor sangat sensitif terhadap ke mana arah kebijakan tata kelola risiko anggaran ke depan.

Di hadapan pelaku usaha, Chatib menguraikan bahwa tugas seorang bendahara negara dalam menghadapi tekanan fiskal di tengah gejolak global sebenarnya sangat sederhana. Kerumitan formula ekonomi makro pada akhirnya selalu bermuara pada tiga pilihan kebijakan yang absolut.

"Sebetulnya tugas dari Menteri Keuangan itu sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal: naikkan, potong, pinjam. Itu, hanya tiga itu," selorohnya.

Opsi tersebut adalah menaikkan penerimaan negara (pajak), memangkas pengeluaran (belanja), atau menutup celah pembiayaan lewat utang (pinjaman). Jika satu opsi tidak bisa diambil, maka opsi berikutnya harus dieksekusi secara berurutan.

"Kalau Anda tidak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda tidak bisa potong, Anda harus pinjam (utang). As simple as that," tandas Chatib.

Meski rumusnya terdengar mudah di atas kertas, Chatib mengingatkan situasi nyata di lapangan membuat ruang gerak fiskal pemerintah kini kian sempit. Kombinasi dari melemahnya nilai tukar rupiah, perlambatan ekonomi global, hingga tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi tembok penghalang yang tebal.

baca juga

Dari kacamata Chatib, mengambil opsi pertama dengan menaikkan tarif pajak saat ini sama sekali bukan langkah yang bijak. Alih-alih menggenjot penerimaan negara, kebijakan tersebut justru berisiko memukul daya beli masyarakat bawah yang sedang lesu dan melumpuhkan aktivitas dunia usaha yang tengah berjuang bertahan.

"Masa di dalam situasi ini tax revenue, tax-nya mesti dinaikkan? Nggak mungkin juga," tegasnya.

Di sisi lain, jalan pintas melalui opsi ketiga yaitu menarik utang baru juga sudah menghadapi lampu kuning. Tren suku bunga global yang masih bertengger di level tinggi membuat biaya penandatanganan kontrak utang (cost of fund) menjadi terlampau mahal untuk dipikul oleh APBN.

"Siapa yang mau pinjam uang sekarang, cost-nya akan jadi sangat mahal," imbuh Chatib.

Melihat buntunya jalan untuk menaikkan pajak maupun menambah utang, Chatib menyarankan pemerintah untuk segera mengambil opsi kedua, yakni melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat namun strategis.

Langkah memotong belanja secara selektif (cut the spending selectively) dipandang Chatib sebagai obat paling mujarab yang harus diambil pemerintah saat ini. Langkah berani ini dinilai sangat krusial untuk menjaga kredibilitas dan keberlanjutan (sustainability) fiskal Indonesia di mata investor global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

×