Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB
Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!
Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013–2014, Chatib Basri, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan di balik fluktuasi nilai tukar rupiah belakangan ini. Foto tangkapan layar YouTube Grab Indonesia.
baca 10 detik
  • Pasar Cemas Risiko Fiskal: Kecemasan pasar sumbang 23% pelemahan kurs rupiah belakangan ini.
  • Chatib sebut opsi menteri keuangan hanya tiga: naikkan pajak, potong belanja, atau utang.
  • Pemangkasan anggaran secara selektif jadi obat mujarab jaga kredibilitas fiskal.

Suara.com - Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013–2014, Chatib Basri, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan di balik jebolnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000. Menurut dia isu fiskal tidak ditangani dengan baik oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan.

Menurut Chatib, sekitar 23 persen dari total pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang terjadi akhir-akhir ini bukan disebabkan oleh faktor fundamental ekonomi nasional yang memburuk, melainkan dipicu oleh kecemasan pasar terhadap risiko fiskal pemerintah.

"Artinya saya bisa bilang bahwa soal kita itu adalah soal confidence risk. Jadi kalau isu ini di-address (ditangani), sebetulnya ada harapan ini bisa diperbaiki," ujar Chatib dalam acara Grab Business Forum 2026 di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Chatib mencatat bahwa kekhawatiran pelaku pasar ini tecermin dari kenaikan premi risiko Indonesia atau Credit Default Swap (CDS) yang merangkak naik sejak awal tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor sangat sensitif terhadap ke mana arah kebijakan tata kelola risiko anggaran ke depan.

Di hadapan pelaku usaha, Chatib menguraikan bahwa tugas seorang bendahara negara dalam menghadapi tekanan fiskal di tengah gejolak global sebenarnya sangat sederhana. Kerumitan formula ekonomi makro pada akhirnya selalu bermuara pada tiga pilihan kebijakan yang absolut.

"Sebetulnya tugas dari Menteri Keuangan itu sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal: naikkan, potong, pinjam. Itu, hanya tiga itu," selorohnya.

Opsi tersebut adalah menaikkan penerimaan negara (pajak), memangkas pengeluaran (belanja), atau menutup celah pembiayaan lewat utang (pinjaman). Jika satu opsi tidak bisa diambil, maka opsi berikutnya harus dieksekusi secara berurutan.

"Kalau Anda tidak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda tidak bisa potong, Anda harus pinjam (utang). As simple as that," tandas Chatib.

Meski rumusnya terdengar mudah di atas kertas, Chatib mengingatkan situasi nyata di lapangan membuat ruang gerak fiskal pemerintah kini kian sempit. Kombinasi dari melemahnya nilai tukar rupiah, perlambatan ekonomi global, hingga tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi tembok penghalang yang tebal.

baca juga

Dari kacamata Chatib, mengambil opsi pertama dengan menaikkan tarif pajak saat ini sama sekali bukan langkah yang bijak. Alih-alih menggenjot penerimaan negara, kebijakan tersebut justru berisiko memukul daya beli masyarakat bawah yang sedang lesu dan melumpuhkan aktivitas dunia usaha yang tengah berjuang bertahan.

"Masa di dalam situasi ini tax revenue, tax-nya mesti dinaikkan? Nggak mungkin juga," tegasnya.

Di sisi lain, jalan pintas melalui opsi ketiga yaitu menarik utang baru juga sudah menghadapi lampu kuning. Tren suku bunga global yang masih bertengger di level tinggi membuat biaya penandatanganan kontrak utang (cost of fund) menjadi terlampau mahal untuk dipikul oleh APBN.

"Siapa yang mau pinjam uang sekarang, cost-nya akan jadi sangat mahal," imbuh Chatib.

Melihat buntunya jalan untuk menaikkan pajak maupun menambah utang, Chatib menyarankan pemerintah untuk segera mengambil opsi kedua, yakni melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat namun strategis.

Langkah memotong belanja secara selektif (cut the spending selectively) dipandang Chatib sebagai obat paling mujarab yang harus diambil pemerintah saat ini. Langkah berani ini dinilai sangat krusial untuk menjaga kredibilitas dan keberlanjutan (sustainability) fiskal Indonesia di mata investor global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:18 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor

Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Video | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?

Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:04 WIB

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:58 WIB

×