- Indosat Ooredoo Hutchison dan Arsari Group meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi untuk menyediakan infrastruktur jaringan fiber optik nasional.
- Platform tersebut mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik demi mempercepat pemerataan konektivitas digital di seluruh Indonesia.
- Indosat meraih dana Rp11,7 triliun dari transaksi strategis ini untuk mengembangkan teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan layanan digital.
"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," ujar Aryo.
![Ilustrasi Indosat Ooredoo Hutchison. [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/22/32221-ilustrasi-indosat-ooredoo-hutchison.jpg)
Indosat Ingin AI dan Cloud Dinikmati Seluruh Indonesia
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan pembentukan IFT merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas manfaat teknologi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Tujuan utama kami untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi tidak pernah berubah. Kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen tersebut," ujarnya.
Ia melihat, dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, perusahaan ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat.
"Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," imbuh Vikram.
Fokus Perluas Jaringan Fiber di Luar Jawa
Salah satu keunggulan IFT terletak pada distribusi jaringannya yang lebih merata.
Sekitar 45 persen jaringan fiber berada di Pulau Jawa, sementara 55 persen lainnya tersebar di luar Jawa, sehingga perusahaan berada pada posisi strategis untuk memperluas konektivitas ke wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan hanya memperkuat wilayah yang sudah memiliki konektivitas tinggi.
"Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," jelas Hendry.
![Indosat - Arsari meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT). [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/03/80408-indosat-arsari-meluncurkan-pt-infra-fiber-teknologi-ift.jpg)
Siap Dukung AI, Cloud, dan Ekonomi Digital Indonesia
Ke depan, IFT akan memprioritaskan pembangunan jaringan di wilayah yang masih minim layanan telekomunikasi, memperluas kerja sama dengan operator telekomunikasi dan hyperscaler, serta membangun kapasitas jaringan berkecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan AI di Indonesia.
Melalui model bisnis open access, IFT juga menargetkan peningkatan efisiensi biaya pembangunan infrastruktur, memperkuat ketahanan jaringan nasional, serta mempercepat pemerataan layanan digital yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.