- Indosat Ooredoo Hutchison dan Arsari Group meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi untuk menyediakan infrastruktur jaringan fiber optik nasional.
- Platform tersebut mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik demi mempercepat pemerataan konektivitas digital di seluruh Indonesia.
- Indosat meraih dana Rp11,7 triliun dari transaksi strategis ini untuk mengembangkan teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan layanan digital.
Suara.com - AI, cloud, hingga 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Namun, semua teknologi tersebut memiliki satu kebutuhan yang sama, yakni jaringan fiber optik berkapasitas tinggi.
Tanpa infrastruktur yang memadai, transformasi digital berisiko hanya dinikmati kota-kota besar, sementara banyak daerah lain masih tertinggal dalam akses konektivitas.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) sebagai platform infrastruktur fiber digital independen berbasis open access.
Kehadiran IFT diharapkan mempercepat pemerataan konektivitas digital sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.
Sebagai perusahaan infrastruktur independen, IFT akan mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik, yang meliputi jaringan backbone, kabel bawah laut domestik, hingga jaringan akses di berbagai wilayah Indonesia.
![Ilustrasi Indosat Ooredoo Hutchison. [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/08/18343-ilustrasi-indosat-ooredoo-hutchison.jpg)
Dengan model bisnis open access, IFT membuka peluang kerja sama wholesale dengan operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, hingga penyedia layanan digital guna memperluas akses internet berkualitas tinggi di seluruh Tanah Air.
Indosat Raup Dana Rp11,7 Triliun untuk Perkuat 5G dan AI
Peluncuran IFT juga menandai rampungnya transaksi strategis yang dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025.
Dalam transaksi tersebut, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.
Setelah transaksi selesai, Indosat dan Lintasarta secara kolektif tetap memiliki 49,9 persen saham di NFT.
Melalui langkah ini, Indosat berhasil memonetisasi aset jaringan fiber sekaligus mempertahankan kepemilikan strategis di platform tersebut.
Dari transaksi tersebut, Indosat Group memperoleh dana bruto sekitar Rp11,7 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat bisnis inti perusahaan, termasuk pengembangan jaringan fiber, percepatan implementasi 5G, serta pengembangan layanan digital yang siap mendukung era Artificial Intelligence (AI).
Arsari Group: Infrastruktur Digital Menentukan Daya Saing Bangsa
Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, mengatakan pembangunan infrastruktur digital menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," ujar Aryo.
![Ilustrasi Indosat Ooredoo Hutchison. [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/22/32221-ilustrasi-indosat-ooredoo-hutchison.jpg)
Indosat Ingin AI dan Cloud Dinikmati Seluruh Indonesia
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan pembentukan IFT merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas manfaat teknologi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Tujuan utama kami untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi tidak pernah berubah. Kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen tersebut," ujarnya.
Ia melihat, dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, perusahaan ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat.
"Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," imbuh Vikram.
Fokus Perluas Jaringan Fiber di Luar Jawa
Salah satu keunggulan IFT terletak pada distribusi jaringannya yang lebih merata.
Sekitar 45 persen jaringan fiber berada di Pulau Jawa, sementara 55 persen lainnya tersebar di luar Jawa, sehingga perusahaan berada pada posisi strategis untuk memperluas konektivitas ke wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan hanya memperkuat wilayah yang sudah memiliki konektivitas tinggi.
"Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," jelas Hendry.
![Indosat - Arsari meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT). [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/03/80408-indosat-arsari-meluncurkan-pt-infra-fiber-teknologi-ift.jpg)
Siap Dukung AI, Cloud, dan Ekonomi Digital Indonesia
Ke depan, IFT akan memprioritaskan pembangunan jaringan di wilayah yang masih minim layanan telekomunikasi, memperluas kerja sama dengan operator telekomunikasi dan hyperscaler, serta membangun kapasitas jaringan berkecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan AI di Indonesia.
Melalui model bisnis open access, IFT juga menargetkan peningkatan efisiensi biaya pembangunan infrastruktur, memperkuat ketahanan jaringan nasional, serta mempercepat pemerataan layanan digital yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.