- Garena menggelar Grand Finals Free Fire Nusantara Series 2026 di UGM Yogyakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026.
- Dua belas tim nasional bertanding memperebutkan gelar juara, hadiah Rp850 juta, dan tiket menuju FFWS SEA.
- Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan perayaan Pesta 9 Free Fire dalam konsep festival rakyat bagi komunitas.
Suara.com - Garena menggelar Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall di Grha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026).
Turnamen nasional tersebut berlangsung bersamaan dengan puncak perayaan Pesta 9 Free Fire yang dikemas dalam konsep festival rakyat dan terbuka untuk masyarakat.
Sebanyak 12 tim terbaik dari berbagai daerah bertanding memperebutkan gelar juara nasional, tiket sebagai wakil kelima Indonesia di Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall, serta bagian terbesar dari total hadiah senilai Rp850 juta.
Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus mengatakan penyelenggaraan Grand Finals FFNS di Yogyakarta menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan perayaan sembilan tahun Free Fire di Indonesia.
"Untuk pertama kalinya, Garena membawa Grand Finals FFNS ke Yogyakarta. Hari ini kami tidak hanya mencari juara nasional, tetapi juga merayakan perjalanan pemain, komunitas, dan talenta lokal yang telah menjadi bagian dari ekosistem Free Fire selama sembilan tahun," ujar Franciscus.
Yogyakarta menjadi kota keenam yang menjadi tuan rumah Grand Finals FFNS setelah Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dan Palembang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Garena menghadirkan kompetisi esports lebih dekat dengan komunitas di berbagai daerah.
Sebanyak 12 tim yang tampil merupakan gabungan sembilan tim hasil babak Play-Ins dan tiga tim terbaik FFNS 2026 Spring.
Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Klaten, Palu, Jambi, Jakarta, Depok, Banjarbaru, Manado, Bangka, Garut, hingga Makassar.
Ajang ini juga menghadirkan cerita dari talenta lokal Yogyakarta, Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia atau AHNAFEIEI.

Pemain yang memperkuat Borneo Hilang Arah tersebut berhasil menembus Grand Finals sekaligus menunjukkan bahwa pemain daerah memiliki peluang bersaing di level nasional.
Di tengah kariernya sebagai atlet esports, Ahnaf juga tetap mampu mempertahankan prestasi akademik dengan konsisten masuk 10 besar di sekolahnya.
Selain pertandingan, Garena menggelar Pesta 9 Free Fire yang menghadirkan berbagai aktivitas bagi pengunjung.
Sebelumnya, sejak 3 Juli, instalasi Kabin Pesawat Free Fire hadir di Teras Malioboro dengan beragam aktivitas interaktif.
Puncak perayaan di Lapangan Pancasila GSP UGM menghadirkan berbagai wahana, area cosplay, kuliner khas Yogyakarta, hingga hiburan musik dari Orkes Pensil Alis dan Ndarboy Genk.
Menurut Christiandy, konsep tersebut dirancang agar Free Fire tidak hanya hadir sebagai permainan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi komunitas melalui perpaduan esports, hiburan, budaya, dan festival rakyat.