MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game

Dythia Novianty

Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB
MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game
Ilustrasi Lapakgaming. [Bukalapak]
baca 10 detik
  • MultiRealm Games mempercepat ekspansi global sejak 2024 dengan mengandalkan teknologi pembayaran digital dan distribusi.
  • Amerika Latin dan negara Barat mencatat pertumbuhan nilai transaksi yang sangat cepat bagi perusahaan.
  • Mobile gaming mendominasi ekonomi digital karena basis pengguna besar serta dukungan model microtransaction.

Suara.com - Ketika banyak platform digital menghadapi perlambatan pertumbuhan dan ketatnya persaingan bisnis, industri gaming justru terus menunjukkan daya tahan yang berbeda.

Model bisnis berbasis aset digital, transaksi mikro (microtransaction), serta distribusi lintas negara tanpa hambatan fisik membuat sektor ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan teknologi.

Namun, ekspansi global bisnis gaming tidak hanya ditentukan oleh besarnya jumlah pemain, melainkan juga kemampuan membangun infrastruktur pembayaran, pasokan produk digital, hingga memahami regulasi di setiap negara.

Momentum tersebut kini dimanfaatkan PT Bukalapak.com Tbk melalui MultiRealm Games (MRP), entitas yang menaungi LapakGaming.

Setelah memulai ekspansi internasional sejak 2024, perusahaan kini mempercepat penetrasi ke berbagai pasar global dengan menjadikan teknologi pembayaran digital dan ekosistem distribusi sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis.

VP of Growth & Marketing MultiRealm Games (MRP), Hendi, mengatakan karakter industri game membuat ekspansi internasional jauh lebih cepat dibanding bisnis e-commerce konvensional.

"Kalau gaming ini kan borderless. Berbeda dengan bisnis produk fisik yang harus membangun toko atau infrastruktur terlebih dahulu. Tantangan terbesar justru ada pada sistem payment dan supply di masing-masing negara," ujar Hendi dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, faktor tersebut menjadi penentu keberhasilan platform gaming digital ketika memasuki pasar internasional.

Asia Tenggara Tak Lagi Jadi Satu-satunya Mesin Pertumbuhan

baca juga

Meski Asia Tenggara masih menjadi pasar utama, perkembangan bisnis MultiRealm Games justru menunjukkan kejutan dari kawasan lain.

Hendi mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi di Amerika Latin dan negara-negara Barat berkembang lebih cepat dari perkiraan perusahaan.

"Asia Tenggara masih sangat baik, tetapi yang paling mengejutkan adalah perkembangan di Western market dan Latin America. Di Western, jumlah transaksinya memang tidak sebanyak Asia, tetapi nilai setiap transaksi jauh lebih besar karena purchasing power konsumennya berbeda," jelasnya.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa strategi ekspansi gaming global kini tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah pengguna, tetapi juga kualitas nilai transaksi di setiap pasar.

Mobile Gaming Masih Mendominasi Ekonomi Digital

Di tengah berkembangnya PC gaming dan konsol, MultiRealm Games menilai mobile gaming tetap menjadi tulang punggung industri.

Selain basis pengguna yang jauh lebih besar, model microtransaction menjadi alasan utama mengapa mobile game masih mendominasi pertumbuhan bisnis.

Situs resmi Lapakgaming. [Tangkapan layar]
Situs resmi Lapakgaming. [Tangkapan layar]

"Kalau melihat jumlah transaksi, microtransaction di mobile gaming memang masih belum ada tandingannya. Gaming sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat," kata Hendi.

Ia menilai perubahan perilaku konsumen turut memperkuat industri tersebut. Gaming kini tidak lagi dipandang sekadar hiburan, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi digital yang mencakup esports, streaming, hingga industri kreatif.

"Dulu mungkin orang tua melihat game hanya untuk bermain. Sekarang berbeda. Banyak yang melihat gaming sebagai profesi yang serius karena ekosistemnya sudah berkembang sangat besar," ujarnya.

Teknologi Pembayaran Jadi Senjata Utama Ekspansi

Di balik pertumbuhan industri gaming global, tantangan terbesar justru datang dari aspek teknologi pembayaran digital.

Menurut Hendi, setiap negara memiliki karakteristik transaksi, regulasi, hingga sistem perpajakan yang berbeda sehingga platform harus melakukan penyesuaian teknologi secara berkelanjutan.

"Setiap negara punya regulasi yang berbeda, mulai dari pricing, payment, sampai privacy policy. Itu yang membuat ekspansi gaming tidak sesederhana menerjemahkan aplikasi ke bahasa lain," katanya.

Perbedaan tersebut mengharuskan perusahaan membangun sistem pembayaran yang fleksibel sekaligus memenuhi berbagai regulasi lokal sebelum dapat beroperasi secara optimal.

Game Lokal Masih Punya PR Besar

Di tengah ekspansi global, MultiRealm Games juga melihat peluang besar bagi pengembang game Indonesia. Namun, kontribusi game lokal terhadap keseluruhan transaksi masih relatif kecil.

Ilustrasi main game di HP. [Pexels]
Ilustrasi main game di HP. [Pexels]

Meski demikian, Hendi menilai antusiasme developer dalam negeri terus meningkat.

"Kalau melihat persentasenya memang masih kecil. Tetapi enthusiasm developer Indonesia semakin besar. Banyak yang mulai membangun game sendiri, meskipun saat ini sebagian besar masih fokus ke PC karena investasi dan model bisnisnya lebih cepat," ungkapnya.

Menurutnya, ketika jaringan distribusi global perusahaan semakin luas, ekosistem tersebut berpotensi menjadi jalur bagi game buatan Indonesia untuk menembus pasar internasional.

"Kalau nanti proses ekspansi kami semakin besar di berbagai negara, tentu akan semakin terbuka peluang untuk mendukung game lokal agar bisa masuk ke pasar global," tambahnya.

Gaming Dinilai Jadi Bisnis Digital yang Paling Tahan Krisis

Berbeda dengan banyak sektor digital yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi, industri game justru menunjukkan daya tahan tinggi.

Hendi menyebut pandemi COVID-19 menjadi bukti bahwa gaming mampu tumbuh ketika banyak sektor lain mengalami kontraksi.

"Kalau dilihat, gaming justru menjadi momentum saat pandemi. Industri ini sudah membuktikan ketahanannya dalam beberapa krisis," katanya.

Menurutnya, perubahan gaya hidup digital membuat konsumsi hiburan berbasis game terus meningkat, didukung perangkat yang semakin canggih serta kapasitas penyimpanan smartphone yang terus bertambah.

Ilustrasi main game (unsplash)
Ilustrasi main game (unsplash)

"Gaming sekarang bukan lagi sekadar aplikasi di ponsel, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan digital masyarakat. Itu sebabnya kami optimistis peluang bisnis ini masih akan terus berkembang dalam jangka panjang," tutup Hendi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat

7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:20 WIB

Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'

Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:35 WIB

Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh

Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:59 WIB

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:50 WIB

Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur, Laptop Rp129 Juta dengan Dua Layar OLED dan RTX 5090

Asus ROG Zephyrus Duo Resmi Meluncur, Laptop Rp129 Juta dengan Dua Layar OLED dan RTX 5090

Tekno | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:03 WIB

Pre-Order Redmi K90 Ultra Dibuka, HP Gaming dengan Kipas Pendingin

Pre-Order Redmi K90 Ultra Dibuka, HP Gaming dengan Kipas Pendingin

Tekno | Rabu, 17 Juni 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB

MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game

MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB

Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa

Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:34 WIB

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, Solusi atau Masalah?

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, Solusi atau Masalah?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:30 WIB

5 Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah, Lindungi dengan Langkah Sederhana Ini

5 Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah, Lindungi dengan Langkah Sederhana Ini

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:30 WIB

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:25 WIB

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:21 WIB

7 Cara Mengetahui Bentuk Kaki untuk Sepatu Lari, Ternyata Tiap Orang Beda

7 Cara Mengetahui Bentuk Kaki untuk Sepatu Lari, Ternyata Tiap Orang Beda

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:13 WIB

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:12 WIB

Donny Ermawan Rangkap Jabatan Wamenhan dan Gubernur URI, Sebut Ada Irisan Tugas

Donny Ermawan Rangkap Jabatan Wamenhan dan Gubernur URI, Sebut Ada Irisan Tugas

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:11 WIB

×