Belum Mati, Ternyata Planet Venus Aktif Secara Geologis

Agung Pratnyawan

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:30 WIB
Belum Mati, Ternyata Planet Venus Aktif Secara Geologis
Planet Venus. [NASA/JPL/USGS]
baca 10 detik
  • Planet Venus terbukti masih aktif secara geologis melalui simulasi tiga dimensi.
  • Kerak planet Venus meregang dan sukses membentuk lembah retakan raksasa aktif.
  • Penemuan ini menjadi panduan penting bagi misi penjelajahan antariksa masa depan.

Suara.com - Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa planet Venus ternyata masih aktif secara geologis hingga saat ini. Ada apa dengan planet Venus?

Temuan ini mematahkan anggapan lama yang menyebutkan bahwa kembaran Bumi tersebut merupakan dunia purba yang sudah mati secara tektonik.

Kondisi permukaan Venus selama ini memang dikenal sangat ekstrem dan sama sekali tidak bersahabat bagi kehidupan.

Suhu permukaannya bisa mencapai ratusan derajat Celcius tanpa adanya ketersediaan lautan cair seperti di planet Bumi.

Selama bertahun-tahun, mayoritas ilmuwan meyakini bahwa planet bersuhu panas ini tidak lagi memiliki aktivitas geologis.

Namun, temuan simulasi baru justru menunjukkan bahwa planet tersebut mungkin masih hidup secara geologis dan bahkan menyimpan gunung berapi aktif.

Lembah Retakan Raksasa di Daratan Venus

Salah satu tanda terkuat dari pergerakan aktivitas tektonik di Venus adalah keberadaan lembah retakan yang sangat besar.

Formasi geologis berupa celah serupa sebenarnya juga bisa ditemukan di Bumi, seperti kawasan Lembah Celah Besar di benua Afrika.

baca juga

Namun, versi retakan yang membentang membelah planet Venus ini memiliki skala ukuran yang jauh lebih masif.

Lembah retakan ekstrem tersebut dilaporkan dapat membentang jauh di daratan hingga mencapai jarak sepuluh ribu kilometer.

Para ilmuwan sebelumnya tidak memiliki kepastian ilmiah mengenai kapan rentetan retakan daratan raksasa ini mulai terbentuk.

Banyak ahli geosains yang berasumsi bahwa formasi ini telah berkembang lebih dari seratus juta tahun lalu sebagai peninggalan purba.

Simulasi Tiga Dimensi Menepis Teori Lama

Sebuah studi riset terbaru dari ETH Zurich kini secara berani menantang pandangan usang mengenai garis umur retakan tersebut.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Taras Gerya menggunakan model komputer canggih untuk membedah struktur geologis Venus secara mendalam.

Mereka sukses menciptakan simulasi komputer tiga dimensi beresolusi tinggi pertama untuk menganalisis lembah retakan Venus secara mendetail.

Model permodelan modern ini memungkinkan tim peneliti untuk mereproduksi struktur daratan dan mengembangkan penjelasan yang jauh lebih akurat.

Simulasi visual generasi sebelumnya sebagian besar hanya berbasis dua dimensi dan sangat bergantung pada asumsi yang terlalu disederhanakan.

Pendekatan baru ini akhirnya memberikan pandangan yang lebih realistis tentang bagaimana kerak Venus meregang, bergeser, dan mengendur seiring waktu.

Bukti Valid Venus Masih Sangat Aktif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa punggung bukit yang tinggi akan terbentuk di sepanjang sisi lembah saat retakan tersebut masih muda.

Fitur menonjol pada daratan ini muncul saat daratan masih bergerak leluasa atau sesaat setelah pergerakan tektonik tersebut berhenti.

Pemodelan ini juga menunjukkan bahwa retakan di planet Venus kemungkinan menyebar jauh lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

Kecepatan laju pergerakan penyebaran retakan tersebut diprediksi dapat mencapai sekitar tiga hingga sepuluh sentimeter pada setiap tahunnya.

Para peneliti menemukan bahwa sisi pinggiran retakan mulai merata dengan cukup cepat segera setelah pergerakan tektonik berakhir.

Hal ini terjadi karena kerak planet perlahan mengendur setelah diregangkan, berbeda jauh dengan proses erosi yang mengikis pegunungan di Bumi.

Prediksi tampilan retakan yang lebar dan tinggi dari simulasi ternyata sangat cocok dengan gambar tangkapan wahana Magellan pada era sembilan puluhan.

Fakta visual ini secara telak memperkuat dugaan bahwa beberapa retakan kosmik ini baru saja terbentuk secara relatif baru.

"Hasil ini membantu kami untuk menilai aktivitas tektonik di Venus dengan lebih baik," kata Gerya dikutip dari ScienceDaily .

Pentingnya Penemuan Bagi Masa Depan Eksplorasi

Model komputasi inovatif ini sangat diandalkan untuk membantu mengidentifikasi berbagai wilayah di mana aktivitas geologis kosmik mungkin masih berlangsung.

Lokasi geologis aktif tersebut akan menjadi target prioritas bagi misi masa depan yang mencari bukti tektonik atau vulkanisme aktif.

Penemuan ini juga dinilai sangat esensial untuk meningkatkan pemahaman fundamental manusia tentang bagaimana sebuah planet berbatu berevolusi.

Wawasan kosmik ini nantinya akan sangat berguna untuk mendeteksi sekaligus mempelajari kondisi berbagai eksoplanet di luar batas tata surya kita.

Badan antariksa antarbangsa seperti NASA dan ESA saat ini tengah mempersiapkan beberapa misi penjelajahan baru menuju Venus.

Institusi ETH juga turut berkontribusi pada misi penjelajahan EnVision milik ESA yang dijadwalkan meluncur menembus atmosfer Venus pada dekade mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Tekno | Rabu, 12 Februari 2025 | 15:25 WIB

7 Fakta Planet Venus yang Tak Bisa Ditinggali Manusia karena Terlalu Panas

7 Fakta Planet Venus yang Tak Bisa Ditinggali Manusia karena Terlalu Panas

Tekno | Jum'at, 24 Juni 2022 | 12:18 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×