Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Agung Pratnyawan | Suara.com

Rabu, 12 Februari 2025 | 15:25 WIB
Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis
Ilustrasi penampakan Bulan. [Dok.Antara]

Suara.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang apakah bulan masih aktif secara geologis? atau sudah menjadi benda mati di luar angkasa?

Dilansir dari Live Science, bulan mungkin masih aktif secara geologis. Hal ini bisa dilihat dari salah satu sisi terjauh bulan yang berkerut saat bulan menyusut.

Setidaknya, itulah yang dikatakan ilmuwan planet yang telah menemukan 266 "punggungan kerutan" bulan.

Menurut mereka, semua kerutan yang ada di bulan ini tampaknya terbentuk selama 160 juta tahun terakhir di dataran vulkanik langka di sisi terjauh bulan.

"Mengetahui bahwa bulan masih dinamis secara geologis memiliki implikasi yang sangat nyata bagi tempat kita akan menempatkan astronot, peralatan, dan infrastruktur kita di bulan," kata Jaclyn Clark dari Universitas Maryland, dalam sebuah pernyataan.

Tentang punggungan kerutan di bulan yang menandakannya masih aktif

Ilustrasi bulan - doa malam lailatul qadar
Ilustrasi bulan - doa malam lailatul qadar

Punggungan kerutan adalah fenomena yang dipelajari dengan baik di sisi dekat bulan alias permukaan bulan yang dapat kita lihat tergantung di langit.

Orang bumi biasa menyebut ini sebagai "Manusia di Bulan" karena berbentuk sebuah pola yang diciptakan oleh bercak-bercak gelap besar yang disebut maria bulan.

Maria adalah dataran lava yang luas dan padat yang terbentuk antara 3,2 miliar dan 3,6 miliar tahun yang lalu dari aktivitas vulkanik.

Saat interior bulan mendingin, aktivitas vulkanik itu mengering, dan bulan mulai menyusut.

Hal ini menyebabkan basal mare bulan (batuan vulkanik gelap) berkerut seperti kulit apel tua yang mengerut.

Punggungan kerutan sisi dekatnya sangat besar, membentang puluhan hingga ratusan mil panjangnya dan berdiri ratusan meter tingginya, sebuah bukti tekanan geologis raksasa yang membentuknya.

Saat 31% permukaan sisi dekat ditutupi maria, dataran lava hanya ditemukan pada 1% sisi jauh.

Ahli geologi planet tidak yakin mengapa ini terjadi. Satu teori adalah bahwa sebuah planet kerdil dengan lebar lebih dari 435 mil (700 kilometer) dan sarat dengan isotop radioaktif menghantam sisi dekat sejak lama.

Aktivitas ini mengeluarkan sejumlah besar puing yang akhirnya mengendap di sisi jauh bulan, menebalkan kerak di sana dan membuatnya lebih sulit bagi vulkanisme untuk menerobos ke permukaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan 'Super-Earth' Enam Kali Lebih Besar dari Bumi, Berpotensi Dukung Kehidupan

Ilmuwan Temukan 'Super-Earth' Enam Kali Lebih Besar dari Bumi, Berpotensi Dukung Kehidupan

Tekno | Kamis, 30 Januari 2025 | 10:21 WIB

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit

Tekno | Minggu, 26 Januari 2025 | 18:06 WIB

Pulau Hantu di Laut Kaspia: Muncul, Menghilang, dan Memikat Ilmuwan

Pulau Hantu di Laut Kaspia: Muncul, Menghilang, dan Memikat Ilmuwan

Tekno | Kamis, 23 Januari 2025 | 16:02 WIB

Terkini

Penerus Kejayaan Patapon, Ratatan Bersiap ke Konsol pada Bulan Depan

Penerus Kejayaan Patapon, Ratatan Bersiap ke Konsol pada Bulan Depan

Tekno | Senin, 27 April 2026 | 09:56 WIB

Honor 600e Nongol di Geekbench Bawa Chipset MediaTek Terbaru, Seberapa Ngebut?

Honor 600e Nongol di Geekbench Bawa Chipset MediaTek Terbaru, Seberapa Ngebut?

Tekno | Senin, 27 April 2026 | 08:28 WIB

51 Kode Redeem FF Terbaru 27 April 2026, Sikat Hadiah Skin hingga Bundle Gintoki

51 Kode Redeem FF Terbaru 27 April 2026, Sikat Hadiah Skin hingga Bundle Gintoki

Tekno | Senin, 27 April 2026 | 07:25 WIB

37 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 April 2026, Dapatkan Player OVR 112-114 Gratis

37 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 April 2026, Dapatkan Player OVR 112-114 Gratis

Tekno | Senin, 27 April 2026 | 06:58 WIB

RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Debut Mei, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Layar 185 Hz

RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Debut Mei, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Layar 185 Hz

Tekno | Minggu, 26 April 2026 | 20:50 WIB

Redmi Headphones Neo Muncul di Toko Online: Harga Kompetitif, Baterai Tahan 72 Jam

Redmi Headphones Neo Muncul di Toko Online: Harga Kompetitif, Baterai Tahan 72 Jam

Tekno | Minggu, 26 April 2026 | 19:35 WIB

4 Tablet Terbaru Pesaing iPad Mini April 2026: Performa Kencang, AnTuTu Tembus 4 Juta

4 Tablet Terbaru Pesaing iPad Mini April 2026: Performa Kencang, AnTuTu Tembus 4 Juta

Tekno | Minggu, 26 April 2026 | 19:05 WIB

Harga Terjun Bebas! Ini 7 HP Flagship yang Turun Harga Drastis di April 2026

Harga Terjun Bebas! Ini 7 HP Flagship yang Turun Harga Drastis di April 2026

Tekno | Minggu, 26 April 2026 | 18:58 WIB

76 Kode Redeem FF Max Terbaru 26 April 2026: Klaim Bundel Gintoki dan VSK94 Undersea

76 Kode Redeem FF Max Terbaru 26 April 2026: Klaim Bundel Gintoki dan VSK94 Undersea

Tekno | Minggu, 26 April 2026 | 18:05 WIB

iPhone 15 Bisa Dipakai sampai Tahun Berapa? Intip Harga Terbaru April 2026

iPhone 15 Bisa Dipakai sampai Tahun Berapa? Intip Harga Terbaru April 2026

Tekno | Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB