- Survei global Kaspersky mengungkapkan dua belas persen pengguna macOS terinfeksi malware.
- Kurangnya adopsi keamanan pihak ketiga membuat pengguna Mac lebih rentan terhadap serangan phishing dan pencurian data.
- Pakar keamanan Kaspersky Sergey Puzan menegaskan seluruh perangkat internet memerlukan perangkat lunak keamanan tambahan.
Inovasi teknologi dalam bentuk perlindungan real-time dan deteksi berbasis AI kini menjadi standar baru yang wajib dimiliki.
![Ilustrasi serangan siber, Jumat (2/5/2025). [Pexels]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/02/97841-ilustrasi-serangan-siber.jpg)
Salah satu solusi yang disoroti adalah penggunaan Security Suite kelas atas dan pengelola kata sandi (Password Manager). Saat ini, pengguna Windows masih mengungguli pengguna Mac dalam hal kompleksitas kata sandi (52 persen vs 45 persen) dan penggunaan autentikasi multifaktor (51 persen vs 46 persen).
Teknologi modern seperti Passkey yang memungkinkan sinkronisasi aman antarperangkat melalui solusi seperti Kaspersky Password Manager menjadi inovasi krusial untuk menutup celah kredensial yang sering menjadi pintu masuk spyware.
Data ini menjadi wake-up call bagi pengguna macOS untuk segera meninggalkan pola pikir lama. Serangan siber saat ini tidak lagi membedakan bentuk fisik atau jenis sistem operasi, yang mereka incar adalah nilai data yang ada di dalamnya.
"Perangkat apa pun yang terhubung ke internet, terlepas dari sistem operasi atau bentuk fisiknya, memerlukan perangkat lunak keamanan siber untuk melindungi diri dari berbagai ancaman siber," tutup Puzan.