- Blibli meluncurkan fitur Click & Collect Tukar Tambah Gadget pada 11 Agustus 2026 di berbagai kota Indonesia.
- Konsumen dapat membeli gadget secara online, memilih opsi tukar tambah, lalu mengambil barang di toko fisik pilihan.
- Sales Assistant di lebih dari 326 toko membantu verifikasi perangkat lama, transfer data, serta aktivasi gadget baru.
Suara.com - Proses upgrade gadget khususnya hp masih menyisakan persoalan yang kerap luput dari perkembangan belanja online.
Konsumen bisa menemukan perangkat baru dengan mudah di platform digital, tetapi kemudian harus memikirkan nasib gadget lama, memastikan stok tersedia, hingga menunggu barang dikirim.
Di sisi lain, membeli langsung ke toko memang memungkinkan perangkat dibawa pulang lebih cepat, tetapi konsumen berisiko datang ketika stok sudah habis.
Persoalan tersebut mendorong perubahan pada pola belanja perangkat elektronik. Konsumen kini tidak hanya membutuhkan transaksi digital, tetapi juga kepastian bahwa proses setelah pembayaran dapat diselesaikan dengan cepat di dunia nyata.
Blibli mencoba menjawab celah tersebut melalui fitur Tukar Tambah Online dengan Pickup di Toko, yang menggabungkan proses pembelian dan trade-in secara digital dengan penyelesaian transaksi di toko fisik.
Konsep ini menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai kanal untuk membeli gadget, tetapi sebagai penghubung antara inventori online, toko fisik, proses tukar tambah, hingga layanan setelah pembelian.
Ketika Belanja Online Harus Terhubung dengan Toko Fisik
Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu alasan pendekatan omnichannel semakin penting di sektor elektronik.
Data PwC Voice of the Consumer Survey 2024 menunjukkan 46 persen konsumen di Asia Pasifik masih memilih berbelanja di toko fisik, sementara 45 persen memanfaatkan smartphone dalam aktivitas belanja.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kanal digital dan fisik bukan lagi dua pilihan yang harus dipertentangkan.
Konsumen justru menginginkan keduanya saling terhubung. Dalam skema baru Blibli, konsumen dapat memilih gadget melalui aplikasi atau situs web, menentukan toko untuk pengambilan, sekaligus mengajukan tukar tambah perangkat lama.
Setelah transaksi selesai, konsumen cukup mendatangi toko yang dipilih untuk menyerahkan perangkat lama dan mengambil gadget baru.
“Di Blibli, kami memahami bahwa pelanggan tidak hanya mencari penawaran terbaik, tetapi juga efisiensi waktu dalam memastikan ketersediaan barang serta kemudahan upgrade gadget,” ujar Edward Kilian S, Group Head Emerging Business, Blibli.
Menurutnya, integrasi antara kanal digital dan toko fisik dirancang untuk mengurangi friksi yang selama ini muncul dalam proses upgrade perangkat.
“Oleh karena itu, kami menghadirkan Fitur Click & Collect untuk Tukar Tambah Gadget di Blibli Store dan hello Store. Melalui fitur ini, pelanggan dapat bertransaksi via aplikasi atau situs website Blibli untuk mengamankan alokasi produk, lalu mengambilnya langsung di toko fisik pilihan,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).
Bukan Sekadar Beli Online, tetapi Memindahkan Proses Trade-In ke Sistem Terintegrasi

Hal menarik dari inovasi ini bukan sekadar opsi mengambil barang di toko. Blibli mengintegrasikan beberapa tahapan yang biasanya dilakukan secara terpisah ke dalam satu alur transaksi.
Pertama adalah kepastian stok. Konsumen dapat menyelesaikan transaksi secara online dan menentukan lokasi toko sebelum datang. Artinya, perjalanan ke toko tidak lagi dilakukan hanya untuk mengecek apakah perangkat yang diincar masih tersedia.
Setelah tiba di toko, proses berlanjut pada pemeriksaan perangkat lama yang akan ditukar. Sales Assistant membantu melakukan verifikasi unit dan menyelesaikan proses trade-in.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan transfer data, aktivasi perangkat baru, hingga factory reset pada perangkat lama.
“Pendampingan dari Sales Assistant saat proses tukar tambah pun memastikan pengalaman upgrade gadget omnichannel yang lebih praktis, terencana, dan seamless,” ujar Edward.
Dari perspektif teknologi ritel, model seperti ini menunjukkan bahwa tantangan utama e-commerce tidak selalu berada pada kemampuan menjual produk secara online.
Persoalan yang lebih kompleks justru muncul ketika transaksi digital harus berakhir pada aktivitas fisik: pemeriksaan perangkat, pertukaran barang, aktivasi, dan pengambilan produk.
Karena itu, integrasi inventori, transaksi digital, lokasi toko, serta layanan purnajual menjadi bagian penting dari pengalaman omnichannel.
326 Toko Menjadi Titik Akhir Transaksi Digital
Implementasi fitur tersebut ditopang jaringan fisik yang cukup luas. Blibli menyebut layanan ini tersedia melalui lebih dari 167 Blibli Store dan 159 hello Store di berbagai kota di Indonesia.
Dengan model tersebut, toko tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat memajang produk. Toko menjadi titik eksekusi dari transaksi yang sebelumnya dimulai melalui platform digital.
Perubahan fungsi ini penting karena semakin banyak proses belanja yang dimulai dari smartphone, tetapi belum tentu dapat diselesaikan sepenuhnya secara digital.
Dalam kasus gadget, kehadiran toko fisik masih memiliki peran besar karena perangkat lama harus diperiksa, data perlu dipindahkan, perangkat baru harus diaktivasi, dan konsumen membutuhkan kepastian bahwa gadget yang dibawa pulang siap digunakan.
Bagaimana Cara Tukar Tambah Gadget Secara Online?
Prosesnya dimulai dari aplikasi atau situs Blibli. Konsumen memilih gadget yang ingin dibeli, kemudian menentukan toko melalui menu Pickup di Store/Ambil di Toko.
Setelah itu, konsumen memilih opsi Tukar Tambah, mengisi informasi mengenai perangkat lama, dan mengikuti survei kondisi perangkat.
Jika proses transaksi selesai, konsumen datang ke Blibli Store atau hello Store yang dipilih untuk menyerahkan perangkat lama sekaligus mengambil gadget baru.
Di toko, Sales Assistant membantu proses verifikasi, transfer data, aktivasi perangkat, serta factory reset pada perangkat lama.
Dengan demikian, model ini mencoba memangkas satu persoalan utama dalam upgrade gadget, dimana konsumen tidak perlu menjalankan proses pembelian, trade-in, pengambilan barang, dan persiapan perangkat sebagai aktivitas yang sepenuhnya terpisah.
Trade-In Bisa Menjadi Bagian Penting Ekonomi Sirkular Gadget
Lebih jauh, sistem tukar tambah digital juga memiliki implikasi terhadap siklus hidup perangkat elektronik.
Gadget lama yang sebelumnya hanya menjadi barang tidak terpakai dapat masuk kembali ke rantai perdagangan melalui mekanisme trade-in.
Bagi industri elektronik, pola tersebut berpotensi mempercepat pergantian perangkat sekaligus membuka jalur pemanfaatan kembali perangkat yang masih memiliki nilai.
Namun, keberhasilan model ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kemudahan transaksi.
![Cara tukar tambah langsung di pick-up di toko. [Blibli]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/11/66587-cara-tukar-tambah-langsung-di-pick-up-di-toko.jpg)
Akurasi penilaian kondisi perangkat, keamanan data pengguna, transparansi nilai tukar, serta kecepatan proses di toko akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah pengalaman omnichannel benar-benar lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Blibli sendiri memberikan promo diskon tukar tambah hingga Rp1 juta selama periode 1–31 Agustus 2026.
Bagi konsumen, nilai terbesar dari inovasi ini bukan semata potongan harga. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana teknologi dapat menghilangkan titik-titik friksi dalam perjalanan upgrade gadget, mulai dari memastikan stok, mengamankan transaksi, menukar perangkat lama, hingga membuat perangkat baru siap digunakan.
Di titik tersebut, omnichannel mulai bergeser dari sekadar strategi penjualan menjadi infrastruktur pengalaman konsumen, ketika aplikasi, sistem inventori, toko fisik, dan layanan purnajual bekerja sebagai satu sistem.