- Memasuki usia ke-8, Poco resmi mengubah lini F Series dari strategi flagship killer menjadi true flagship.
- Poco F7 Ultra diluncurkan dengan Snapdragon 8 Elite, layar 2K, dan kamera 50 MP selama Poco Carnival 2026.
- Poco X8 Pro Max diperkenalkan membawa kapasitas baterai silikon-karbon terbesar dalam sejarah perusahaan yaitu 8.500 mAh.
Suara.com - Persaingan smartphone semakin sulit dimenangkan hanya dengan menawarkan chipset kencang dan harga murah. Ketika teknologi flagship mulai turun ke kelas yang lebih terjangkau, label “flagship killer” pun kehilangan daya gedornya.
Tantangan berikutnya bagi produsen adalah membuktikan bahwa perangkat mereka mampu bersaing sebagai flagship secara lebih menyeluruh.
Poco melihat perubahan tersebut sebagai momentum untuk mengubah arah lini produknya.
Memasuki usia ke-8, perusahaan menyatakan lini Poco F Series kini bergerak dari posisi yang selama ini dikenal sebagai “Flagship Killer” menuju “True Flagship”.
Transformasi itu menjadi salah satu pesan utama dalam Poco Carnival 2026 yang berlangsung pada 7–31 Agustus 2026 dengan tema “From 8 to ∞”.
Bagi Poco, angka delapan bukan sekadar penanda usia. Simbol tersebut digunakan untuk menggambarkan ambisi perusahaan memperluas batas inovasi dan performa smartphone di masa depan.
“Merayakan 8 tahun perjalanan Poco merupakan sebuah milestone yang sangat spesial. Tema ‘From 8 to ∞’ mencerminkan komitmen kami yang tidak pernah lelah untuk terus mendobrak batasan dan menghadirkan inovasi tanpa henti,” ujar PR Manager POCO Indonesia, Novita Krisutami.
Bukan Lagi Sekadar “Flagship Killer”
Sejak awal kemunculannya, Poco dikenal dengan strategi menghadirkan performa tinggi melalui perangkat yang dibanderol lebih agresif dibandingkan smartphone flagship.
Namun, pasar smartphone telah berubah. Chipset kelas atas kini semakin cepat hadir di berbagai segmen, teknologi kamera semakin kompleks, kapasitas baterai meningkat, dan material premium mulai menjadi bagian dari smartphone di luar kategori flagship konvensional.
Poco menyebut perubahan posisi F Series kini mencakup berbagai aspek, mulai dari performa, material, audio hingga fotografi.
“Seiring dengan evolusi lini Poco F Series, dari yang sebelumnya dikenal sebagai ‘Flagship Killer’ kini mantap bertransformasi menjadi ‘True Flagship’,” kata Novita dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026).
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi smartphone mulai bergeser dari sekadar adu spesifikasi menuju pengalaman perangkat secara keseluruhan.
Poco F7 Ultra Jadi Simbol Perubahan
Salah satu perangkat yang ditempatkan sebagai representasi strategi tersebut adalah Poco F7 Ultra.
Smartphone ini menggunakan Snapdragon 8 Elite dan teknologi WildBoost Optimization untuk menangani beban gaming serta multitasking.
![Tampilan POCO F7 Ultra. [ANTARA/Farhan Arda Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/15/84127-poco-f7-ultra.jpg)
Di sisi visual, perangkat tersebut membawa layar 2K WQHD+ Flow AMOLED, sedangkan sektor fotografi mengandalkan sistem tiga kamera 50 MP dengan OIS dan kamera telefoto.
Kombinasi tersebut menunjukkan upaya Poco memperluas definisi performa. Jika sebelumnya performa smartphone identik dengan chipset, kini aspek seperti layar dan fotografi ikut menjadi bagian dari pengalaman flagship.
Selama Poco Carnival 2026, Poco F7 Ultra varian 16 GB + 512 GB ditawarkan dengan harga Rp7.999.000 untuk periode 7–31 Agustus 2026.
Baterai 8.500 mAh Jadi Senjata Baru Poco
Menariknya, strategi Poco tidak hanya berhenti di lini F Series. Poco X8 Pro Max membawa pendekatan berbeda melalui baterai silicon-carbon 8.500 mAh, yang disebut sebagai kapasitas terbesar dalam sejarah Poco.
Baterai tersebut dipadukan dengan 100W HyperCharge dan chipset Dimensity 9500s, serta WildBoost Optimization.
Kombinasi ini menunjukkan salah satu arah inovasi smartphone saat ini, bukan hanya meningkatkan performa puncak, tetapi menjaga perangkat tetap mampu digunakan dalam aktivitas berat untuk waktu lebih panjang.
Bagi gamer mobile, kapasitas baterai besar menjadi semakin relevan karena performa chipset, refresh rate layar, koneksi 5G, serta grafis tinggi dapat meningkatkan konsumsi daya secara signifikan.
Sementara itu, Poco X8 Pro menggunakan Dimensity 8500-Ultra dengan baterai 6.500 mAh dan pengisian cepat 100W.
Perangkat ini juga membawa bodi belakang kaca dan frame logam untuk menyasar segmen yang membutuhkan keseimbangan antara performa dan desain.
Dari Performa ke Ekosistem Pengalaman
Menariknya, Poco Carnival 2026 tidak hanya mengandalkan peluncuran atau promosi perangkat.
Poco juga mengajak komunitasnya berpartisipasi dalam tantangan “Complete Your ∞” melalui Facebook dan X. Pengguna diminta melengkapi bagian kanan simbol infinity dan mengunggah hasilnya menggunakan tagar #POCOCarnival.
Aktivasi semacam ini menunjukkan bahwa komunitas masih menjadi bagian penting dari strategi Poco.
Setelah delapan tahun, perusahaan tidak hanya berusaha mempertahankan pengguna melalui spesifikasi perangkat, tetapi juga membangun identitas komunitas di sekitar teknologi dan performa.
Harga Menjadi Senjata untuk Menekan Pasar
Selain F7 Ultra, Poco Carnival 2026 juga menghadirkan sejumlah perangkat di segmen berbeda, termasuk Poco C85, Poco C81 Pro, dan Poco C71.
Untuk Poco C85, varian 8 GB + 256 GB ditawarkan Rp2.349.000, sedangkan varian 6 GB + 128 GB dibanderol Rp2.149.000 pada periode tertentu, yakni 8 dan 25 Agustus 2026.
Penawaran tersebut memperlihatkan bahwa meskipun Poco ingin membawa F Series ke level flagship, strategi harga agresif tetap menjadi bagian dari DNA perusahaan.

“Lewat Poco Carnival 2026, kami ingin merayakan semangat ‘Extreme Performance, Extreme Value’ bersama seluruh Poco Fans di Indonesia sebagai bentuk apresiasi tertinggi kami atas dukungan mereka yang luar biasa,” ujar Novita.