Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI

Dythia Novianty

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI
Ilustrasi orangtua, anak dan gadget. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Data Reasense mencatat anak Indonesia menghabiskan 7,5 jam sehari menggunakan kecerdasan buatan pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Jakarta.
  • Rita Amaliani menyatakan dalam acara Technologue Awards 2026 bahwa kecerdasan buatan merupakan alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir manusia.
  • Didit Putra Erlangga menyatakan orang tua harus mengajarkan tiga pilar utama yaitu tujuan, proses, dan keputusan dalam penggunaan kecerdasan buatan.

Suara.com - Selama bertahun-tahun, musuh terbesar orang tua adalah "durasi layar" atau screen time. Namun, memasuki tahun 2026, aturan membatasi gadget maksimal dua jam sehari tampaknya sudah basi.

Data terbaru dari Reasense menunjukkan fakta pahit, yakni meski 80 persen orang tua mencoba membatasi waktu, kenyataannya anak-anak Indonesia rata-rata menghabiskan 7,5 jam sehari di depan layar.

Masalahnya bukan lagi sekadar berapa lama mereka menatap layar, melainkan apa yang mereka lakukan di sana bersama Kecerdasan Buatan (AI).

AI kini bukan lagi teknologi masa depan, ia adalah tutor pribadi, teman curhat, hingga mesin pembuat tugas sekolah yang ada di saku setiap anak.

AI: Alat Bantu Berpikir, Bukan Pengganti Otak

Kehadiran AI generatif telah mengubah cara anak memproses informasi. Di satu sisi, AI mempercepat akses pengetahuan, namun di sisi lain, ia mengancam kemampuan berpikir kritis jika hanya dianggap sebagai "jalan pintas" jawaban.

Founder sekaligus Chief Editor Technologue.id, Denny Mahardy, mengatakan bahwa kehadiran AI tidak seharusnya hanya dilihat sebagai ancaman.

"Masyarakat perlu belajar memanfaatkan teknologi agar mampu mengikuti perubahan zaman," ujarnya.

Direktur Pendidikan Yayasan Bangun Mandiri, Rita Amaliani, menekankan bahwa inovasi pendidikan di era AI harus tetap berpijak pada pengalaman nyata. Menurutnya, AI bisa menjelaskan teori, tapi tidak bisa menggantikan indra manusia.

baca juga

"Guru dan orang tua harus membantu anak memahami bahwa AI adalah alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir. Pengalaman langsung melalui observasi dan diskusi tetap tidak tergantikan," tegas Rita dalam talkshow Parenting in AI Era yang diselenggarakan pada Technologue Awards 2026, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Geser Paradigma: Tujuan, Proses, Keputusan

Inovasi dalam pola asuh digital kini bergeser dari "melarang" menjadi "mengarahkan". Head of Communications Reasense, Didit Putra Erlangga, menyoroti bahwa AI akan terus berevolusi dari sekadar pemberi jawaban menjadi sistem yang bisa bekerja mandiri.

Strategi terbaik bagi orang tua adalah mengajarkan tiga pilar Utama, yakni Tujuan, Proses, dan Keputusan. Anak harus tahu tujuan mereka memakai AI, mengerti proses bagaimana AI mendapatkan jawaban, dan tetap berani mengambil keputusan sendiri jika jawaban AI ternyata keliru atau bias.

"Pertanyaannya bukan lagi 'apakah kita bisa menghentikannya', tapi apakah kita sebagai orang tua siap menghadapinya? Ubah pertanyaan 'berapa lama anak pakai AI' menjadi 'untuk apa anak menggunakannya'," ujar Didit.

Risiko Kehilangan "Sisi Manusia"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upgrade HP Tak Lagi Ribet, Blibli Gabungkan Tukar Tambah Online dan Pickup di Toko

Upgrade HP Tak Lagi Ribet, Blibli Gabungkan Tukar Tambah Online dan Pickup di Toko

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range

Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:43 WIB

AI Mulai Ubah Cara Perusahaan Rekrut Karyawan

AI Mulai Ubah Cara Perusahaan Rekrut Karyawan

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Gelombang "Agentic AI" Mulai Dominasi Ekonomi Digital Indonesia 2026

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:47 WIB

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Terkini

1 WNI Hilang saat Kapal MV Tihamah Diserang di Laut Merah, Ini Kata-kata Kemlu RI

1 WNI Hilang saat Kapal MV Tihamah Diserang di Laut Merah, Ini Kata-kata Kemlu RI

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Link Twibbon Hari Pramuka Terbaru Lengkap Berbagai Tema, Tanpa Perlu Download

Link Twibbon Hari Pramuka Terbaru Lengkap Berbagai Tema, Tanpa Perlu Download

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Ledakan Hebat SPPG Puri Medali Mojokerto, 5 Orang Alami Luka Bakar Serius

Ledakan Hebat SPPG Puri Medali Mojokerto, 5 Orang Alami Luka Bakar Serius

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Viral Boleh, Hoaks Jangan: Pakar Hukum hingga PWI Jateng Ungkap Efek Hukum Konten Misleading

Viral Boleh, Hoaks Jangan: Pakar Hukum hingga PWI Jateng Ungkap Efek Hukum Konten Misleading

Jawa Tengah | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan di DPR, Datang Sendiri Pakai Mobil BMW Listrik

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan di DPR, Datang Sendiri Pakai Mobil BMW Listrik

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya

Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak

Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini

Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun

Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×