- Atmosfer Bumi terbagi menjadi lima lapisan utama yang melindungi planet dan mendukung kehidupan sehari-hari.
- Troposfer dan stratosfer mengatur fenomena cuaca serta menyerap radiasi ultraviolet berbahaya dari Matahari.
- Mesosfer, termosfer, dan eksosfer membakar meteoroid, mendukung komunikasi radio, serta menjadi batas ruang angkasa.
Suara.com - Atmosfer Bumi tersusun atas beberapa lapisan yang memiliki karakteristik berbeda berdasarkan ketinggian, suhu, serta kondisi gas di dalamnya.
Setiap lapisan atmosfer menjalankan peran penting, mulai dari menjadi tempat berlangsungnya cuaca hingga membantu melindungi Bumi dari berbagai ancaman yang berasal dari luar angkasa.
Struktur atmosfer berkaitan dengan berbagai fenomena alam yang dapat diamati dari permukaan Bumi, seperti hujan, meteor terbakar, dan aurora.
Atmosfer Bumi secara umum dibagi menjadi lima lapisan utama, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Masing-masing lapisan memiliki kondisi dan fungsi yang berbeda.
Memahami urutan lapisan atmosfer beserta fungsinya dapat membantu mengenali bagaimana selubung gas Bumi menjaga keberlangsungan kehidupan di dalamnya.

1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan Bumi dan menjadi tempat berlangsungnya berbagai fenomena cuaca.
Hujan, angin, awan, dan badai terjadi di lapisan ini sehingga troposfer memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Ketinggian troposfer rata-rata sekitar 12 kilometer, tetapi batasnya dapat berbeda menurut lokasi. Di wilayah sekitar khatulistiwa, lapisan ini dapat mencapai ketinggian sekitar 16-18 kilometer, sedangkan di daerah kutub lebih rendah.
Suhu troposfer umumnya semakin menurun seiring bertambahnya ketinggian. Lapisan batas antara troposfer dan stratosfer disebut tropopause.
2. Stratosfer
Stratosfer berada di atas troposfer dan membentang hingga sekitar 50 kilometer dari permukaan Bumi. Lapisan ini dikenal sebagai tempat terdapatnya konsentrasi ozon yang berperan menyerap sebagian radiasi ultraviolet dari Matahari.
Berbeda dengan troposfer, suhu stratosfer cenderung meningkat seiring bertambahnya ketinggian karena penyerapan radiasi ultraviolet oleh ozon.
Kondisi udaranya juga relatif kering dan stabil sehingga aktivitas cuaca seperti yang terjadi di troposfer jauh lebih sedikit.
Batas antara stratosfer dan mesosfer disebut stratopause.
3. Mesosfer
Mesosfer terletak di atas stratosfer dengan ketinggian sekitar 50-80 kilometer. Lapisan ini memiliki suhu yang sangat rendah dan kembali menunjukkan kecenderungan penurunan suhu ketika ketinggian bertambah.
Salah satu fungsi penting mesosfer adalah membantu melindungi Bumi dari meteoroid. Benda-benda dari luar angkasa yang memasuki atmosfer dapat mengalami gesekan dengan partikel gas sehingga memanas dan terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi.
Bagian paling atas mesosfer disebut mesopause yang menjadi batas menuju termosfer.
4. Termosfer
Termosfer berada di atas mesosfer dan memiliki udara yang sangat tipis. Lapisan ini dapat membentang dari sekitar 80 kilometer hingga ratusan kilometer di atas permukaan Bumi.
Termosfer juga berkaitan erat dengan ionosfer, yaitu wilayah atmosfer yang memiliki banyak partikel bermuatan akibat proses ionisasi oleh radiasi Matahari.
Fenomena aurora dapat terjadi di wilayah atmosfer ini ketika partikel bermuatan berinteraksi dengan medan magnet Bumi dan atmosfer.
Ionosfer juga berperan dalam propagasi gelombang radio sehingga mendukung berbagai bentuk komunikasi.
Meskipun suhu partikelnya dapat sangat tinggi, kerapatan gas yang rendah membuat perpindahan panas di lapisan ini berbeda dari kondisi di permukaan Bumi.
5. Eksosfer
Eksosfer merupakan lapisan atmosfer paling luar yang secara bertahap bertransisi menuju ruang angkasa. Letaknya berada di atas termosfer dan memiliki kerapatan gas yang sangat rendah.
Karena sangat jauh dari permukaan Bumi, pengaruh gravitasi terhadap partikel di eksosfer lebih lemah dibandingkan lapisan atmosfer yang lebih rendah. Beberapa partikel bahkan dapat bergerak hingga meninggalkan pengaruh atmosfer Bumi.
Eksosfer menjadi wilayah transisi antara atmosfer Bumi dan ruang angkasa sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dari lapisan-lapisan di bawahnya.
Secara berurutan, lapisan atmosfer Bumi dari yang paling dekat dengan permukaan hingga paling luar adalah troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.