Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

Galih Prasetyo

Kamis, 30 April 2026 | 07:43 WIB
Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar
ilustrasi es di laut Antartika mencair (Pixabay.com/358611)
baca 10 detik
  • Ilmuwan University of Cambridge menemukan air hangat laut dalam telah melelehkan lapisan es Antartika dari bawah selama dua dekade.
  • Pelemahan struktur rak es alami tersebut berpotensi mempercepat aliran gletser daratan serta meningkatkan permukaan air laut secara global.
  • Gangguan sirkulasi Samudra Selatan ini mengancam sistem iklim dunia karena menurunkan kapasitas penyerapan panas serta distribusi karbon laut.

Suara.com - Sebuah studi terbaru mengungkap lapisan es di Antartika mulai mencair dari bawah akibat panas laut dalam yang semakin mendekati benua es tersebut.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran baru soal percepatan kenaikan permukaan air laut global.

Riset yang dipimpin ilmuwan dari University of Cambridge menemukan bukti langsung bahwa massa air hangat dari kedalaman laut, yang dikenal sebagai circumpolar deep water, telah meluas selama dua dekade terakhir ke wilayah landas kontinen Antartika.

Fenomena ini dinilai berbahaya karena panas tidak menyerang permukaan es, melainkan menyusup dari bawah rak-rak es dan melemahkannya dari fondasi.

Padahal, rak es tersebut berfungsi sebagai penahan alami yang memperlambat aliran gletser ke laut.

Luas es laut di Antartika selama musim dingin tahun ini mencapai titik terendah ketiga sejak pemantauan satelit dimulai hampir setengah abad lalu - Ilustrasi es laut di Antartika [Pixabay]
Luas es laut di Antartika selama musim dingin tahun ini mencapai titik terendah ketiga sejak pemantauan satelit dimulai hampir setengah abad lalu - Ilustrasi es laut di Antartika [Pixabay]

Jika struktur rak es melemah atau runtuh, es dari daratan utama Antartika dapat meluncur lebih cepat ke lautan dan mempercepat kenaikan muka air laut dunia.

Dilansir dari Larazon, studi itu juga menyoroti besarnya ancaman yang tersimpan di Antartika.

Total cadangan es di benua tersebut diperkirakan cukup untuk menaikkan permukaan laut global hingga sekitar 58 meter jika seluruhnya mencair, meski skenario itu tidak terjadi dalam waktu dekat.

Para ilmuwan menyatakan perubahan ini merupakan bagian dari gangguan lebih luas pada sistem sirkulasi laut akibat pemanasan global.

baca juga

Melemahnya pembentukan air dingin di sekitar Antartika memungkinkan air hangat bergerak lebih dekat ke lapisan es.

Selain berdampak pada kenaikan permukaan laut, perubahan di Samudra Selatan juga dapat mengganggu sistem iklim global karena kawasan tersebut berperan penting menyerap panas berlebih dan mendistribusikan energi serta karbon ke seluruh dunia.

Peneliti menegaskan proses ini bukan ancaman masa depan, melainkan sudah berlangsung saat ini dan kemungkinan telah berkembang diam-diam selama bertahun-tahun sebelum akhirnya terdeteksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah

Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:55 WIB

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:22 WIB

Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?

Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:00 WIB

Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050

Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050

News | Senin, 02 Februari 2026 | 18:10 WIB

Mengenal Fitoplankton: Sumber Oksigen untuk Bumi Selain Hutan

Mengenal Fitoplankton: Sumber Oksigen untuk Bumi Selain Hutan

Your Say | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:45 WIB

Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Ancaman Penyakit Zoonosis?

Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Tingkatkan Ancaman Penyakit Zoonosis?

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:25 WIB

Terkini

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Adaptasi Posisi Baru Rizky Ridho di Lini Tengah Skuad Macan Kemayoran

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:47 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:32 WIB

×