- Cicak melakukan autotomi dengan melepaskan ekornya untuk mengalihkan perhatian pemangsa saat menghadapi ancaman.
- Ekor yang terputus masih dapat bergerak aktif sehingga memberikan kesempatan bagi cicak untuk melarikan diri.
- Cicak mampu menumbuhkan kembali ekornya yang hilang secara bertahap melalui proses regenerasi biologis.
Pertumbuhan kembali disebut mulai terlihat sekitar beberapa hari setelah ekor terputus dan dapat mencapai bentuk yang lebih sempurna pada sekitar minggu ke-10 hingga ke-12. Lama proses sebenarnya dapat berbeda bergantung pada spesies dan kondisi hewan.
Regenerasi merupakan mekanisme biologis yang memungkinkan jaringan tubuh membentuk kembali struktur yang hilang.
Pada hewan vertebrata tertentu, proses tersebut berlangsung melalui mekanisme perkembangan yang teratur untuk memulihkan bagian tubuh yang mengalami kehilangan.
Dengan demikian, autotomi dan regenerasi memiliki hubungan tetapi bukan proses yang sama. Autotomi menjadi strategi cicak untuk menghindari predator dengan melepaskan ekornya, sedangkan regenerasi merupakan proses biologis yang memungkinkan bagian ekor yang hilang tumbuh kembali.
Kemampuan tersebut menunjukkan salah satu bentuk adaptasi menarik pada cicak karena kehilangan ekor dapat menjadi harga yang harus dibayar untuk menyelamatkan diri dari predator.
Setelah ancaman berlalu, cicak kemudian memiliki kesempatan untuk memulihkan kembali bagian tubuh yang hilang melalui proses regenerasi.