- Bumi terdiri atas kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam yang memiliki karakteristik fisik berbeda.
- NASA dan USGS menyatakan bahwa kerak adalah lapisan terluar, sementara inti luar dan dalam tersusun atas besi.
- Struktur internal Bumi menghasilkan fenomena geologi serta medan magnet yang melindungi planet dari partikel Matahari.
Suara.com - Struktur lapisan Bumi menjadi salah satu materi penting dalam pelajaran IPA dan geografi. Meski manusia hidup di permukaan Bumi, bagian yang kita pijak ternyata hanya merupakan lapisan paling luar dari planet ini.
Jika dibelah dari permukaan hingga ke pusatnya, Bumi memiliki struktur berlapis yang terdiri atas kerak Bumi, mantel, inti luar, dan inti dalam. Setiap lapisan memiliki karakteristik, ketebalan, suhu, komposisi, serta kondisi fisik yang berbeda.
Menurut NASA, Bumi terdiri atas empat lapisan utama, yakni kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam. NASA menjelaskan bahwa inti dalam merupakan bola padat yang terutama tersusun dari besi dan nikel, sedangkan inti luar berupa fluida besi dan nikel.
Lantas, seperti apa struktur lapisan Bumi dari kerak sampai inti?
Struktur Lapisan Bumi
Secara sederhana, struktur internal Bumi dapat dibedakan menjadi empat lapisan utama berikut:
- Kerak Bumi (Crust)
- Mantel Bumi (Mantle)
- Inti Luar (Outer Core)
- Inti Dalam (Inner Core)
![Struktur lapisan bumi [AI generated]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/09/01/70214-struktur-lapisan-bumi-ai-generated.jpg)
Berikut penjelasan masing-masing lapisan.
1. Kerak Bumi
Kerak Bumi merupakan lapisan paling luar sekaligus lapisan yang paling tipis dibandingkan lapisan lainnya. Di sinilah manusia hidup, berbagai ekosistem berkembang, dan daratan serta dasar samudra berada.
Menurut U.S. Geological Survey (USGS), ketebalan kerak Bumi berbeda-beda. Kerak di bawah samudra umumnya hanya sekitar 5 kilometer, sedangkan kerak di bawah benua rata-rata memiliki ketebalan sekitar 30 kilometer. Di bawah pegunungan besar, ketebalannya dapat mencapai sekitar 100 kilometer.
Kerak Bumi bersifat relatif dingin, padat, dan rapuh. Karena sifatnya yang rapuh, lapisan ini dapat mengalami patahan dan menjadi lokasi terjadinya berbagai aktivitas tektonik.
Kerak juga dapat dibedakan menjadi kerak benua dan kerak samudra. Kerak benua umumnya lebih tebal, sedangkan kerak samudra lebih tipis.
NASA Space Place menggambarkan kerak Bumi seperti kulit apel karena lapisannya sangat tipis jika dibandingkan dengan ukuran keseluruhan planet.
2. Mantel Bumi
Tepat di bawah kerak terdapat mantel Bumi, yang merupakan lapisan paling tebal dalam struktur internal planet.
USGS menyebut mantel memiliki ketebalan sekitar 2.900 kilometer. Lapisan ini tersusun atas material batuan yang sangat panas dan memiliki kandungan unsur seperti besi, magnesium, serta kalsium yang lebih tinggi dibandingkan kerak.
Meski suhunya sangat tinggi, mantel secara keseluruhan bukanlah lautan magma cair. Sebagian besar mantel bersifat padat, tetapi materialnya dapat mengalami deformasi dan bergerak sangat lambat dalam skala waktu geologi.
USGS menjelaskan bahwa mantel berada dalam kondisi yang memungkinkan materialnya mengalir secara perlahan akibat kombinasi suhu dan tekanan yang sangat tinggi.