Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan

Achmad Fauzi

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:36 WIB
Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan
Ilustrasi: Energi panas bumi. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • PT Rekayasa Industri menguasai 36,1 persen proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia.
  • Perusahaan tersebut bersama PT Timas Suplindo mengerjakan proyek PLTP Salak Unit 7 di Sukabumi sejak 2024.
  • Proyek berkapasitas 40 MW di kawasan pegunungan tersebut kini telah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen.

Suara.com - Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia ini tidak lepas dari industri engineering, procurement and construction (EPC). Sebab, mulai dari desain rancang bangun, hingga konstruksi dipegang oleh industri EPC.

Salah perusahaan yang mengembangkan PLTP di dalam negeri yaitu PT Rekayasa Industri (Rekind). Setidaknya, Rekind memegang 36,1 persen seluruh proyek PLTP di dalam negeri.

Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih, mengatakan pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam mendukung pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi nasional.

"Pengembangan panas bumi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi bersih, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia," ujar Triyani di Jakarta Jumat (28/8/2026).

Rekind memegang 36,1 persen seluruh proyek PLTP di dalam negeri. [ist].
Rekind memegang 36,1 persen seluruh proyek PLTP di dalam negeri. [ist].

Menurut dia, besarnya kapasitas PLTP yang dirancang bangun Rekind juga menjadi gambaran kontribusi kemampuan tenaga ahli dalam negeri terhadap pembangunan infrastruktur energi strategis.

"Sekitar 36,1 persen kapasitas dari PLTP yang dibangun tersebut lahir dari tangan engineer-engineer terbaik Rekind. Ini merupakan bukti nyata kemampuan anak bangsa dalam membangun infrastruktur energi strategis untuk negeri," imbuh Triyani.

Rekind memperkuat kontribusinya dalam industri panas bumi melalui keikutsertaannya dalam The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung pada 19-21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Dalam ajang tersebut, Rekind hadir bersama mitra strategisnya, PT Timas Suplindo (Timas). Keduanya juga berbagi pengalaman mengenai pengembangan proyek panas bumi, termasuk proyek PLTP Salak Unit 7 milik Star Energy Geothermal (SEG) di Sukabumi, Jawa Barat.

Kolaborasi Rekind dan Timas dalam proyek PLTP Salak Unit 7 telah berlangsung sejak 2024 melalui skema Joint Operation (JO).

baca juga

Proyek dengan kapasitas 1 x 40 MW tersebut mengerjakan pekerjaan Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) dengan dukungan engineer dan tenaga ahli Indonesia.

Project Manager PLTP Salak 7 Dwi Novianto mengatakan proyek tersebut memiliki sejumlah tantangan karena lokasi pembangunan berada di kawasan pegunungan.

Selain kondisi medan, proyek juga menghadapi keterbatasan area kerja yang hanya sekitar 6.000 meter persegi. Mobilitas barang berukuran besar serta keberadaan fasilitas eksisting yang tetap beroperasi juga menjadi tantangan dalam pengerjaan proyek.

Meski demikian, progres pembangunan PLTP Salak Unit 7 kini telah mencapai sekitar 80 persen dan memasuki tahap penting, yakni peralihan dari konstruksi menuju pre-commissioning.

"Kegiatan yang dilakukan meliputi pengecekan kualitas instalasi, kesiapan sistem, pengujian awal, penyelesaian daftar perbaikan atau punch list, kelengkapan dokumen serah terima, serta persiapan fasilitas untuk proses commissioning," jelas Dwi.

Dwi mengatakan pengalaman dalam proyek tersebut menunjukkan pembangunan pembangkit panas bumi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Kolaborasi, ketelitian, pengalaman, serta kemampuan tenaga ahli dalam negeri juga menjadi faktor penting dalam menyelesaikan proyek.

"Kami berharap kontribusi ini dapat ikut mendorong semakin berkembangnya ekosistem panas bumi nasional, sehingga potensi besar yang dimiliki Indonesia dapat semakin optimal untuk mendukung kemandirian dan ketahanan energi," pungkas Dwi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB

PLTS 100 GW Dikebut 3 Tahun, Energi Impor Mau Dipangkas

PLTS 100 GW Dikebut 3 Tahun, Energi Impor Mau Dipangkas

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Harga Emas Melesat 7,5 Persen dalam Sebulan, Saatnya Borong atau Jual?

Harga Emas Melesat 7,5 Persen dalam Sebulan, Saatnya Borong atau Jual?

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Terkini

Ada Demo 2 Tahun Prabowo! Pengguna Jalan Diimbau Hindari Monas, Sudirman, dan DPR

Ada Demo 2 Tahun Prabowo! Pengguna Jalan Diimbau Hindari Monas, Sudirman, dan DPR

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

×