- Bumi terdiri atas kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam yang memiliki karakteristik fisik berbeda.
- NASA dan USGS menyatakan bahwa kerak adalah lapisan terluar, sementara inti luar dan dalam tersusun atas besi.
- Struktur internal Bumi menghasilkan fenomena geologi serta medan magnet yang melindungi planet dari partikel Matahari.
Pergerakan material di mantel berperan penting dalam dinamika Bumi, termasuk proses yang berkaitan dengan lempeng tektonik, pembentukan gunung api, dan gempa bumi.
Bagian atas mantel bersama kerak Bumi membentuk lapisan kaku yang disebut litosfer. Di bawahnya terdapat bagian mantel yang lebih mudah mengalami deformasi, yang dikenal sebagai astenosfer.
3. Inti Luar
Setelah melewati mantel, terdapat inti luar Bumi.
Lapisan ini memiliki kondisi yang berbeda dari mantel dan inti dalam karena materialnya berada dalam keadaan cair. NASA menjelaskan bahwa inti luar memiliki ketebalan sekitar 2.300 kilometer dan terutama tersusun dari besi serta nikel dalam bentuk fluida.
Pergerakan material logam cair di inti luar sangat penting bagi keberadaan medan magnet Bumi.
NASA menjelaskan bahwa medan magnet Bumi berkaitan dengan lautan besi cair yang bersifat menghantarkan listrik dan terus bergerak di inti luar. Proses tersebut menjadi bagian dari mekanisme yang disebut geodynamo.
Medan magnet tersebut berperan penting dalam melindungi Bumi dari berbagai partikel bermuatan yang berasal dari Matahari.
4. Inti Dalam
Lapisan paling dalam adalah inti dalam Bumi.
Berbeda dengan inti luar yang cair, inti dalam berada dalam kondisi padat. NASA menyebut inti dalam memiliki radius sekitar 1.221 kilometer dan terutama tersusun dari logam besi dan nikel. Suhunya dapat mencapai sekitar 5.400 derajat Celsius.
Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa inti dalam tetap padat meskipun suhunya sangat tinggi?
Jawabannya berkaitan dengan tekanan yang sangat besar di pusat Bumi. Tekanan tersebut membuat material inti dalam tetap berada dalam keadaan padat.
USGS juga menjelaskan bahwa inti Bumi terutama tersusun dari besi dan sangat panas, tetapi tekanan ekstrem di inti dalam membuat bagian tersebut tetap padat.
USGS menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai interior Bumi berasal dari berbagai sumber, termasuk batuan dan mineral, gelombang gempa, aliran panas dari bagian dalam Bumi, gravitasi, medan magnet, serta eksperimen laboratorium pada tekanan dan suhu tinggi.
Gelombang seismik dapat berubah kecepatan, membelok, memantul, atau bahkan tidak dapat melewati material tertentu. Perubahan tersebut memberikan petunjuk mengenai struktur dan sifat material yang berada jauh di bawah permukaan.
Salah satu bukti penting adalah sifat gelombang S yang tidak dapat merambat melalui fluida. Data seismik membantu ilmuwan menyimpulkan bahwa inti luar Bumi bersifat cair.
Sejarah penemuan struktur inti juga menunjukkan pentingnya seismologi. NASA mencatat bahwa inti luar dikenali melalui analisis gelombang seismik pada awal abad ke-20, sementara keberadaan inti dalam kemudian diidentifikasi melalui pola gelombang seismik yang menunjukkan adanya bagian berbeda di dalam inti.
Mengapa Struktur Lapisan Bumi Penting Dipelajari?
Mempelajari struktur lapisan Bumi bukan sekadar mengetahui apa yang berada di bawah permukaan. Struktur tersebut berkaitan erat dengan berbagai fenomena yang terjadi di permukaan.
Pergerakan material di dalam Bumi berhubungan dengan lempeng tektonik, gempa bumi, gunung api, pembentukan pegunungan, hingga medan magnet Bumi.
NASA Space Place menjelaskan bahwa litosfer terdiri atas kerak dan bagian atas mantel yang kaku. Litosfer tersebut terbagi menjadi lempeng-lempeng tektonik yang bergerak di atas lapisan mantel yang lebih mudah mengalami deformasi.
Dengan demikian, fenomena seperti gempa bumi dan aktivitas gunung api tidak dapat dilepaskan dari struktur dan dinamika interior Bumi.