- Wamen Komdigi Angga Raka menyatakan pemerintah fokus meningkatkan kualitas jaringan setelah cakupan konektivitas mencapai lebih dari 90 persen.
- Pemerintah memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk menutup wilayah blank spot dan frekuensi 2.600 MHz guna memperluas jaringan 5G.
- Pemerintah menargetkan kualitas layanan 5G semakin besar, semakin baik, dan terjangkau bagi publik dalam tiga tahun ke depan.
Tiga Tahun ke Depan Jadi Target
![Wamen Komdigi, Angga Raka Prabowo (kanan) dan Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko (Teddy). [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/81025-wamen-komdigi-angga-raka-prabowo-kanan-dan-ketua-umum-panitia-hari-bhakti-postel-ke-81-teddy.jpg)
Pemerintah menargetkan perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar dan semakin baik dalam tiga tahun ke depan.
Angga Raka menekankan bahwa peningkatan tersebut terutama menyangkut kualitas layanan yang diterima masyarakat. Di saat yang sama, pemerintah juga berharap layanan tersebut tetap terjangkau.
“Harapannya 3 tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya,” tegas Angga Raka.
Artinya, perluasan jaringan 5G tidak hanya diarahkan untuk menambah ketersediaan layanan. Pemerintah juga memasukkan kualitas dan harga yang terjangkau sebagai bagian dari target pengembangan dalam tiga tahun mendatang.
Pemerintah Dorong Ekosistem Digital
Angga Raka mengatakan, peningkatan konektivitas dan kualitas layanan menjadi bagian dari arah transformasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital.
Transformasi tersebut bertumpu pada tiga hal, yakni masyarakat semakin terhubung, ekonomi dan inovasi terus tumbuh, serta pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.
“Ya hari ini kita sedang menuju ke arah transformasi digital dari Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri kita mengedepankan terhubung, tumbuh dan terjaga,” pungkasnya.
Dengan cakupan konektivitas yang telah mencapai lebih dari 90 persen, pemerintah kini menghadapi tahap berikutnya dalam pembangunan jaringan. Perluasan akses tetap berjalan, tetapi kualitas 5G dan keterjangkauan harga mulai menjadi sasaran utama dalam tiga tahun ke depan.