- Sebanyak 200 pelaku UMKM di Solo mengikuti pelatihan legalitas usaha dan konten digital dari Tokopedia serta TikTok Shop pada 29 September 2026.
- Kolaborasi Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian Perdagangan melalui #BeliLokal menghasilkan peningkatan pesanan sebesar 57 persen bagi penjual di Solo.
- Program #BeliLokal dan Pilihan BuSan bertujuan membantu produk lokal menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh wilayah Indonesia.
Suara.com - Pelaku UMKM di Solo mulai memanfaatkan konten digital untuk memperluas pasar. Perubahan pola belanja yang mengandalkan video pendek, LIVE, hingga affiliate ikut membuka peluang baru bagi penjual lokal untuk menjangkau konsumen di luar wilayah mereka.
Di ekosistem #BeliLokal, penjual Tokopedia dan TikTok Shop di Solo mencatat peningkatan pesanan 57 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bagaimana platform digital dapat membantu usaha lokal menemukan pelanggan baru sekaligus memperluas pasar.
Perkembangan ini menjadi bagian dari kolaborasi Tokopedia dan TikTok Shop dengan Kementerian Perdagangan melalui #BeliLokal. Kedua platform tersebut menjadi platform digital pertama yang menampilkan Pilihan BuSan, yakni produk lokal yang dikurasi langsung oleh Kementerian Perdagangan.
Kolaborasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan #WaktunyaSTARt #JualanNyaman: Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal di Solo, belum lama ini.
Acara ini diikuti 200 UMKM dari Solo dan sekitarnya yang mendapatkan pelatihan mengenai legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing.
Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan Solo menjadi salah satu langkah awal untuk membantu produk lokal berkualitas ditemukan lebih banyak konsumen.
“Dengan membawa para penjual Pilihan BuSan ke Tokopedia dan TikTok Shop sebagai mitra platform digital pertama mereka, kami ingin membantu produk lokal ditemukan oleh lebih banyak konsumen dari seluruh penjuru Indonesia sekaligus mewujudkan komitmen #BeliLokal melalui discovery commerce,” ujar Stephanie dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2026).
Konten Jadi Jalan Baru Cari Pelanggan
Perubahan kebiasaan belanja membuat kemampuan membuat konten semakin penting bagi UMKM. Melalui video pendek dan LIVE, penjual dapat memperkenalkan produk kepada audiens baru tanpa hanya mengandalkan pelanggan dari lingkungan sekitar.
Secara nasional, pesanan melalui LIVE tumbuh 59 persen, sedangkan pesanan melalui video pendek meningkat 135 persen. Pesanan yang dihasilkan affiliate creator bahkan tumbuh 170 persen.
Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya peran konten dalam mendorong konsumen menemukan produk sebelum akhirnya melakukan pembelian.
Salah satu contohnya datang dari Batik Baron Solo. UMKM tersebut mencatat pertumbuhan nilai transaksi di Tokopedia dan TikTok Shop hampir 250 persen selama Ramadan 2026 setelah memanfaatkan video pendek dan LIVE di TikTok.
Sementara itu, affiliate creator Inem Jogja mengadakan sesi LIVE selama 10 jam untuk membantu UMKM memperoleh eksposur sekaligus meningkatkan penjualan.
UMKM Solo Punya Peran Besar
Peluang digital tersebut menjadi penting karena UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Solo.
UMKM disebut menyumbang 57 persen terhadap PDRB Kota Solo dan menyerap 36 persen tenaga kerja lokal.
![Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal. [Tokopedia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/23305-spesial-perayaan-kolaborasi-belilokal.jpg)
Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto mengatakan, penguatan legalitas dan kemampuan memanfaatkan konten digital dapat membantu UMKM memperluas pasar.
“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian Solo. Kajian BRIDA menunjukkan UMKM berpotensi menyumbang hingga 43 persen PDRB kota Solo. Jadi kami menyambut baik inisiatif #BeliLokal dari Tokopedia dan TikTok Shop, yang mendorong penguatan legalitas usaha serta pemanfaatan konten digital untuk memperluas pasar,” ujar Respati.
Ia berharap semakin banyak UMKM Solo memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkuat usaha dan daya saing.
Masih Banyak UMKM Belum Punya NIB
Meski peluang pasar digital semakin terbuka, legalisasi usaha masih menjadi salah satu tantangan bagi pelaku UMKM.
Dari sekitar 56 juta usaha mikro di Indonesia, baru 27% yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
NIB dapat membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan, dukungan pemerintah, serta berbagai peluang lainnya.
Karena itu, pelatihan yang diberikan melalui #WaktunyaSTARt #JualanNyaman tidak hanya berfokus pada cara membuat konten atau menggunakan affiliate marketing, tetapi juga legalisasi usaha.
Program yang diluncurkan Tokopedia dan TikTok Shop sejak 2024 tersebut telah memberdayakan 4.800 peserta, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.
Pilihan BuSan Masuk Platform Digital
![Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal. [Tokopedia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/56350-spesial-perayaan-kolaborasi-belilokal.jpg)
Kolaborasi terbaru dengan Kemendag juga membawa Pilihan BuSan ke ekosistem digital.
Melalui program tersebut, produk lokal yang telah dikurasi Kemendag dapat ditemukan konsumen melalui Tokopedia dan TikTok Shop.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan program Pilihan BuSan ditujukan untuk mempermudah masyarakat menemukan produk lokal berkualitas.
“Kami mengapresiasi Tokopedia dan TikTok Shop sebagai platform digital pertama yang memberikan ruang bagi program kurasi Kemendag ini agar semakin mudah ditemukan konsumen di seluruh Indonesia,” ujar Budi.
Bagi UMKM Solo, perubahan cara konsumen menemukan produk membuka jalur baru untuk berkembang.
Tidak lagi hanya mengandalkan lokasi toko atau pelanggan sekitar, penjual kini dapat memanfaatkan video pendek, LIVE, dan affiliate creator untuk membawa produk mereka ke audiens yang lebih luas.