- SMKN 5 Semarang memanfaatkan solusi digital dari Indibiz pada tanggal 26 Oktober 2026 untuk mendukung administrasi dan pembelajaran.
- Kepala sekolah Abdul Malik Nugroho menyatakan konektivitas stabil sangat penting untuk pengelolaan data pendidikan dan evaluasi siswa.
- Kolaborasi teknologi dengan Indibiz bertujuan membuka peluang kerja sama industri agar siswa siap menghadapi dunia kerja profesional.
Suara.com - Digitalisasi pendidikan vokasi tidak cukup hanya dengan menyediakan akses internet. Pemanfaatan teknologi perlu membuka peluang kolaborasi antara sekolah dan industri agar siswa memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal ini menjadi salah satu kebutuhan SMKN 5 Semarang, sekolah kejuruan yang berdiri sejak 1965 dan kini memiliki sekitar 1.300 siswa.
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan operasional sekolah, SMKN 5 Semarang memanfaatkan sejumlah solusi digital dari Indibiz, mulai dari Internet Bisnis, Pijar Sekolah, Astinet, hingga layanan telepon.
Pemanfaatan layanan tersebut membantu mendukung berbagai aktivitas sekolah, termasuk pengelolaan data pendidikan, administrasi, akses materi pembelajaran, serta evaluasi dan penilaian siswa.
Kepala SMKN 5 Semarang, Abdul Malik Nugroho, mengatakan keandalan konektivitas dan respons terhadap kendala teknis menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas sekolah.
Terlebih, sejumlah proses administratif dan akademik kini membutuhkan akses internet yang stabil, termasuk pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Bagi kami, konektivitas bukan hanya soal akses internet, tetapi juga bagaimana layanan tersebut dapat diandalkan untuk mendukung kebutuhan penting sekolah,” ujar Malik dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, stabilitas jaringan dan kecepatan respons ketika terjadi kendala menjadi faktor yang kami perhatikan, sehingga berbagai aktivitas yang membutuhkan koneksi internet dapat berjalan lebih lancar.
Menurut dia, dukungan teknologi tersebut memudahkan guru mengakses materi pembelajaran hingga melaksanakan evaluasi dan penilaian siswa.
Dengan proses yang lebih terbantu oleh layanan digital, sekolah dapat mendukung kegiatan akademik sekaligus pengelolaan administrasi secara lebih efektif.
Digitalisasi Jadi Jembatan antara Sekolah dan Industri
Bagi sekolah vokasi, pemanfaatan teknologi memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar mendukung kegiatan belajar mengajar. Digitalisasi juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia industri.
Kebutuhan ini semakin penting karena siswa SMK dituntut memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja.
Penguasaan teknologi, pemahaman terhadap lingkungan profesional, serta kemampuan beradaptasi menjadi bekal yang perlu dibangun selama masa pendidikan.
Malik menilai, kerja sama dengan pelaku industri teknologi seperti Indibiz memberikan nilai tambah bagi sekolah. Selain mendukung kebutuhan konektivitas dan solusi digital, kolaborasi dengan industri juga membuka peluang bagi siswa untuk memperluas pengalaman dan mengenal lingkungan kerja secara langsung.
Bagi pendidikan vokasi, keterhubungan dengan industri dapat membantu mendekatkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan di lapangan.

Dengan begitu, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di kelas, tetapi juga berkesempatan memahami perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi di dunia profesional.
Meski demikian, manfaat tersebut perlu didukung program kolaborasi yang konkret agar peluang kerja sama dapat diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang relevan bagi siswa.
Menyiapkan Lulusan yang Relevan dengan Kebutuhan Kerja
Penguatan pendidikan vokasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sekolah berperan membangun kompetensi dasar dan keterampilan siswa, sementara industri dapat memberikan perspektif mengenai perkembangan teknologi, kebutuhan tenaga kerja, dan standar kompetensi yang dibutuhkan.
Dalam konteks ini, infrastruktur digital menjadi salah satu fondasi yang mendukung aktivitas pendidikan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kerja sama.
Namun, dampak digitalisasi terhadap kesiapan lulusan juga bergantung pada bagaimana teknologi dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan program kemitraan.
Malik mengatakan, kerja sama dengan Indibiz memberikan manfaat bagi SMKN 5 Semarang, baik dalam mendukung operasional sekolah maupun membuka peluang hubungan yang lebih erat dengan dunia industri.
“Jadi motonya Indibiz ciptakan peluang dan wujudkan harapan itu benar-benar kami rasakan. Double benefit pokoknya bisa bekerja sama dengan Indibiz,” tutup Malik.