- Tardigrade mampu bertahan hidup di dalam lingkungan yang ekstrem.
- Protein unik melindungi jaringan sel Tardigrade dari kerusakan radiasi.
- Kemampuan bertahan Tardigrade menginspirasi inovasi sains dan medis modern.
Suara.com - Pernahkah kamu membayangkan ada makhluk hidup berukuran mikroskopis yang tetap bisa bertahan hidup meski dibekukan di suhu minus nol derajat, dipanaskan hingga mendekati titik didih, dihantam radiasi mematikan, bahkan dilempar ke ruang hampa udara tanpa oksigen?
Makhluk tangguh itu adalah Tardigrade atau yang sering dijuluki sebagai "beruang air".
Hewan berukuran kurang dari satu milimeter ini terkenal di seluruh dunia karena ketahanannya yang luar biasa, seolah-olah ia memiliki kemampuan untuk bangkit kembali dari kematian.
Dikutip dari BBC, tardigrade memang menyimpan mekanisme pertahanan biologis yang sangat unik. Lantas, apa sebenarnya rahasia di balik ketahanan super makhluk kecil ini?
Masuk ke Mode "Mati Suri" (Cryptobiosis)
Tardigrade sebenarnya tidak benar-benar kebal dari segala ancaman sejak lahir, melainkan memiliki mekanisme pertahanan diri yang sangat canggih saat menghadapi lingkungan yang tidak bersahabat.
Ketika lingkungan tempat tinggalnya mengering dan kehilangan pasokan air, tardigrade tidak langsung mati. Hewan ini akan mengeluarkan hampir seluruh kandungan air dari dalam tubuhnya, bahkan hingga mencapai 90-95% dari total cairan tubuhnya.
Setelah itu, ia akan menggulung diri menjadi bola kering kecil yang disebut sebagai tahap tun. Dalam fase ini, tardigrade menghentikan hampir seluruh proses metabolismenya hingga titik nol.
Kondisi yang dikenal sebagai cryptobiosis atau anhydrobiosis ini membuat tardigrade tampak seperti benda mati.
Namun, keajaiban biologisnya terbukti ketika hewan ini bisa kembali hidup, bergerak, dan beraktivitas normal hanya dalam hitungan jam setelah tersiram air kembali, bahkan setelah tertidur pulas dalam waktu yang sangat lama.
![Tardigrade, beruang air. [Wikipedia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/06/17/33148-tardigrade.jpg)
Protein Unik Pelindung Sel (TDPs)
Pada makhluk hidup biasa, dehidrasi ekstrem akan merusak membran sel dan menghancurkan struktur internal di dalamnya.
Namun, tardigrade memiliki senjata rahasia berupa kelompok protein khusus bernama Tardigrade-specific Intrinsically Disordered Proteins atau sering disingkat sebagai TDPs.
Ketika tubuh tardigrade mulai mengering, protein-protein khusus ini berubah wujud dan membentuk struktur mirip kaca di dalam sel.
Struktur kaca biologis ini bertindak sebagai perisai padat yang mengunci molekul, protein, serta organel seluler agar tetap stabil dan tidak hancur lebur meski tubuhnya mengalami kekeringan total.
Begitu air masuk kembali ke dalam tubuh, struktur kaca ini akan mencair dengan mulus tanpa merusak komponen sel.
Perisai Pelindung Radiasi Bernama "Dsup"
Selain tahan terhadap suhu ekstrem dan kekeringan, tardigrade juga dikenal sangat kebal terhadap radiasi kosmik serta sinar ultraviolet tingkat tinggi yang dapat langsung mematikan sel organisme lain.
Rahasianya terletak pada protein unik yang dinamakan Dsup (Damage Suppressor). Protein ini bekerja dengan cara melilit untaian DNA tardigrade dan bertindak sebagai perisai molekuler.
Perisai ini secara aktif menetralisir kerusakan akibat radiasi, sehingga kode genetik di dalam sel tardigrade tetap utuh dan terlindungi dari mutasi fatal.
Ketangguhan yang Menginspirasi Dunia Sains Modern
Kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh tardigrade tidak hanya menjadi fenomena menarik di alam liar, tetapi juga membuka lembaran baru dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.
Para ilmuwan di berbagai belahan dunia saat ini terus mempelajari mekanisme perlindungan sel tardigrade untuk diaplikasikan ke dalam dunia medis.
Mulai dari upaya pengawetan vaksin dan obat-obatan penting tanpa memerlukan lemari pendingin, hingga pengembangan teknologi pelindung jaringan sel manusia terhadap paparan radiasi tinggi.
Meskipun ukurannya sangat kecil dan nyaris tidak terlihat oleh mata telanjang, tardigrade berhasil membuktikan bahwa makhluk hidup paling sederhana sekalipun dapat menyimpan rahasia evolusi yang paling menakjubkan di muka bumi.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah