- OPPO dan Hasselblad melakukan riset bersama di China untuk memastikan kamera ponsel menghasilkan foto realistis.
- Kolaborasi sejak 2022 ini berfokus pada pengujian reproduksi warna, detail tekstur, serta efek bokeh yang alami.
- Jiang Linlin menyatakan pendekatan ini menggabungkan uji teknis dan perspektif profesional demi menjaga kualitas gambar.
2. Detail dan tekstur tanpa penajaman berlebihan
![OPPO dan Hasselblad. [Oppo Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/11/07/22530-oppo-dan-hasselblad-oppo-indonesia.jpg)
Resolusi kamera yang tinggi belum tentu membuat seluruh detail dalam foto terlihat realistis. Pemrosesan gambar juga berpengaruh terhadap bagaimana tekstur suatu objek ditampilkan.
Dalam pengujian ini, OPPO dan Hasselblad menggunakan pola uji standar serta objek nyata dengan karakter permukaan berbeda, seperti bangunan, tumbuhan, dan kain.
Foto yang dihasilkan kemudian diperiksa melalui pembesaran dan pemotongan gambar untuk melihat kemampuan kamera mempertahankan detail.
Salah satu hal yang diperhatikan adalah penajaman gambar. Jika dilakukan secara berlebihan, proses tersebut dapat membuat tekstur terlihat tidak alami atau justru memunculkan kesan artifisial.
Karena itu, kualitas gambar tidak hanya ditentukan oleh seberapa tajam hasil foto, tetapi juga seberapa baik kamera mempertahankan karakter asli objek.
3. Efek bokeh agar foto portrait lebih realistis
Efek bokeh menjadi salah satu fitur yang banyak digunakan dalam fotografi smartphone, terutama untuk mengambil foto portrait. Fitur ini membuat subjek terlihat lebih menonjol dengan mengaburkan latar belakang.
Namun, menghasilkan efek blur yang natural bukan perkara sederhana. Kamera harus mampu mengenali batas antara subjek dan latar belakang, termasuk pada bagian objek yang memiliki bentuk rumit.
OPPO dan Hasselblad menguji beberapa aspek, seperti transisi pada tepi subjek, konsistensi blur pada berbagai jarak, serta bentuk lingkaran cahaya.
Pengujian menggunakan objek dengan bentuk tepi kompleks dan sumber cahaya untuk mengevaluasi kemampuan kamera mengenali kedalaman ruang.
![Proses pengujian detail hasil gambar. [Oppo Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/11/07/70321-proses-pengujian-detail-hasil-gambar-oppo-indonesia.jpg)
Tujuannya adalah menghasilkan peralihan antara subjek dan latar belakang yang lebih halus. Dengan begitu, efek bokeh tidak terlihat seperti sekadar tempelan blur digital, tetapi mampu memberikan kesan kedalaman yang lebih meyakinkan.
Pengujian kamera tak hanya mengandalkan angka
Ketiga aspek tersebut dievaluasi melalui kombinasi pengukuran teknis dan pemotretan dalam kondisi nyata. Hasilnya juga mendapat penilaian estetika dari para ahli imaging Hasselblad.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengembangan kamera smartphone tidak hanya bergantung pada spesifikasi perangkat keras, seperti megapiksel atau resolusi sensor.
Pemrosesan gambar dan kemampuan mereproduksi karakter visual juga berperan penting dalam menentukan kualitas fotografi mobile.
Dalam kolaborasi tersebut, Hasselblad membawa pengalaman dan perspektif fotografi profesional untuk mengevaluasi karakter gambar.
Sementara OPPO menerjemahkan pendekatan itu ke dalam pengembangan teknologi kamera smartphone.
Sejak dimulai pada 2022, kerja sama keduanya terus berkembang dari pengembangan fitur fotografi menuju penyempurnaan berbagai aspek kualitas gambar.