VIDEO: Seperti Ini 'Wajah' Nepal Pascagempa

Ardi Mandiri

Selasa, 28 April 2015 | 13:57 WIB

Suara.com - Sedih bercampur marah, itulah perasaan warga Nepal yang menjadi korban gempa berkekuatan 7,9 skala richter hari Sabtu (25/4/2015) lalu. Selain harus berduka setelah kehilangan kerabat dan orang-orang yang mereka cintai, mereka geram karena pemerintah dianggap lamban menangani krisis.

Hingga hari ketiga pascagempa, masih banyak warga di seluruh Nepal yang terpaksa tidur di ruang terbuka karena rumah mereka rata dengan tanah. Di Kathmandu misalnya, ribuan korban selamat mau tak mau tidur di trotoar, jalanan, atau taman, dengan hanya beratapkan tenda.

Rumah sakit juga kerepotan menangani para korban luka yang jumlahnya terus membludak. Sementara itu, kurangnya air, pasokan makanan dan listrik menimbulkan kekhawatiran munculnya berbagai macam penyakit.

Keadaan ini, ditambah dengan lambatnya bantuan mencapai wilayah yang terdampak, membuat warga Nepal berteriak.

"Pemerintah tidak melakukan apapun untuk kami," kata Anil Giri, salah saorang warga yang bersama dengan sekitar 20 relawan lainnya masih berusaha mencari dua rekannya yang tertimbun puing bangunan.

"Kami menggali puing-puing sendiri dengan tangan kosong," lanjutnya.

Para pejabat pemerintahan, kepada Reuters, mengaku bahwa mereka memang kerepotan dengan skala bencana yang terjadi.

"Tantangan terbesar adalah pemberian bantuan," kata Kepala Sekretaris Negara Leela Mani Paudel.

"Kami meminta negara-negara asing untuk mengirimkan tim medis dan bantuan material kepada kami. Kami benar-benar membutuhkan kehadiran para pakar asing untuk menyelesaikan krisis ini," sambungnya.

Hingga saat ini, jumlah korban jiwa akibat gempa Nepal mencapai angka 4.010 orang, sementara korban luka bertambah menjadi 7.598 orang.

Serangkaian gempa susulan memperparah kondisi warga. Rusaknya infrastruktur dan terbatasnya dana memperlambat penyaluran bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Pasukan Respon Bencana Nasional India (NDRF) adalah salah satu organisasi asing yang pertama kali tiba di Nepal untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa. Kepala NDRF Direktur Jenderal O.P. Singh mengatakan, alat berat mengalami kesulitan untuk menembus jalanan-jalanan Kathmandu yang sempit, sehingga pencarian korban selamat dan jenazah membutuhkan waktu.

"Anda harus menyingkirkan seluruh reruntuhan ini, sehingga ini bakal menelan banyak waktu... Saya pikir ini akan butuh waktu berminggu-minggu," kata Singh seperti dikutip NDTV.

(Reuters/ ODN/ Krishna Guragain/ BBC News/ Global News/ Youtube)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tewas Gempa Nepal Tembus 4.000 Jiwa, Warga Sedih dan Marah

Korban Tewas Gempa Nepal Tembus 4.000 Jiwa, Warga Sedih dan Marah

News | Selasa, 28 April 2015 | 11:24 WIB

Sebanyak 4.500 Relawan Online Bantu Tim Evakuasi Gempa Nepal

Sebanyak 4.500 Relawan Online Bantu Tim Evakuasi Gempa Nepal

News | Selasa, 28 April 2015 | 07:47 WIB

Ilmuwan: Gempa Nepal Terjadi Sesuai Jadwal

Ilmuwan: Gempa Nepal Terjadi Sesuai Jadwal

Tekno | Selasa, 28 April 2015 | 07:15 WIB

Terkini

5 HP Murah dengan Performa Flagship, Nomor 1 Paling Ganas

5 HP Murah dengan Performa Flagship, Nomor 1 Paling Ganas

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:42 WIB

6 Zodiak Bakal Ketiban Untung dan Rezeki Tak Terduga pada 26 Agustus 2026

6 Zodiak Bakal Ketiban Untung dan Rezeki Tak Terduga pada 26 Agustus 2026

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Posisi Tidur Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui dan Islam

Posisi Tidur Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui dan Islam

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Sehari Usai Rakor Prabowo, 15 Hektar Lahan Semi Gambut Ogan Ilir Terbakar

Sehari Usai Rakor Prabowo, 15 Hektar Lahan Semi Gambut Ogan Ilir Terbakar

Sumsel | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:19 WIB

4 Dampak Buruk Menggunakan Sunscreen Kedaluwarsa, Cek Sebelum Dipakai

4 Dampak Buruk Menggunakan Sunscreen Kedaluwarsa, Cek Sebelum Dipakai

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Demi Meninggalkan Jalanan, Ia Menukar Namanya dengan Sebuah Petualangan

Demi Meninggalkan Jalanan, Ia Menukar Namanya dengan Sebuah Petualangan

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:15 WIB

4 HP Tecno Paling Murah untuk Gaming, Baterai Badak hingga Layar 144 Hz

4 HP Tecno Paling Murah untuk Gaming, Baterai Badak hingga Layar 144 Hz

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:15 WIB

9 Rekomendasi Pompa Pendorong Terbaik untuk Shower dan Water Heater

9 Rekomendasi Pompa Pendorong Terbaik untuk Shower dan Water Heater

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Ini Alasan Polisi Belum Tahan Ruben Onsu

Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Ini Alasan Polisi Belum Tahan Ruben Onsu

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:02 WIB

×