Wawancara Khusus Perawat Pasien Covid 19 di RSPI

Yulita Futty | Muhammad Yasir

Bagi Maulia Hindun, sang perawat pasien corona yang sudah siap sejak awal gelombang wabah itu sampai di RSPI, kalaupun harus tertular dia "lillahi ta'ala".

Suara.com - Seiring penyebaran wabah atau pandemi corona Covid-19 yang terus meluas hingga jumlah pasien pun terus bertambah, kiprah sekaligus nasib tenaga medis termasuk para perawat pun menjadi perhatian. Banyak sudah yang melontarkan kekaguman, menyebut mereka pahlawan, bahkan menciptakan lagu; sementara tak sedikit pula yang merasa khawatir dengan posisi rentan para tenaga medis tersebut.

Yang khawatir ini pun ada dua sisi: pertama, mereka yang mengkhawatirkan nasib para tenaga medis yang rentan tertular, apalagi dengan kenyataan bahwa memang sudah ada beberapa dokter yang jadi korban dan wafat karenanya. Namun kedua, ada sisi lain pula yang justru khawatir ketika tahu ada tenaga medis atau perawat pasien corona di lingkungannya, lantaran stigma bahwa tenaga medis berpotensi jadi pembawa virus itu.

Lantas, bagaimana sebenarnya perasaan, sekaligus juga suka-duka dan pengalaman sehari-hari seseorang seperti Maulia Hindun Audhah, perawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, bekerja di tengah pandemi corona ini? Secara eksklusif kepada wartawan Suara.com yang berkesempatan menemuinya baru-baru ini, Maulia tanpa ragu menyampaikan ceritanya. Berikut petikan wawancara singkat dengannya.

Video Editor: Sulistyo Jati K

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS