Suara.com - Industri media di Indonesia kini sedang berada di persimpangan krusial dengan menghadapi berbagai disrupsi yang datang dari teknologi akal imitasi (AI), perubahan audiens dan pencarian model bisnis yang berkelanjutan.
Untuk mencari terobosan atas masalah itu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berkolaborasi dengan Deep Intelligence Research (DIR) menggelar diskusi bulanan bertajuk "Quantum Age, Big Data, dan Masa Depan Industri Media" di Kantor Suara.com di Mega Kuningan Timur, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Pendiri DIR yang juga pakar manajemen bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali dalam diskusi itu mengatakan industri media saat ini harus pandai mencari crowd, membangun engagement dengan pembaca dan membaca perubahan algoritma.
Wakil Ketua Umum AMSI yang juga CEO Suara.com, Suwarjono menekankan bahwa pembeda utama antara media profesional dan influencer atau konten kreator adalah kredibilitas.
Di saat influencer lebih banyak mengandalkan pengalaman subjektif atau pesanan sponsor, media siber harus berdiri tegak di atas fondasi data yang kuat.