Suara.com - Kasus dugaan intimidasi terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menjadi sorotan publik. Insiden ini mencuat setelah yang bersangkutan mengaku dibuntuti oleh pria tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir.
Peristiwa tersebut dialami oleh Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto pada Februari 2026 di wilayah Yogyakarta.
Ia menyampaikan bahwa aksi pembuntutan terjadi usai dirinya melayangkan surat terbuka kepada UNICEF yang menyoroti tragedi kegagalan pendidikan pada bocah di NTT yang bunuh diri akibat tak mampu membeli alat tulis seharga Rp10 Ribu.
Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pelaku pembuntutan maupun motif aksi tersebut.
Meski begitu Tiyo Ardianto menegaskan bahwa dirinya tidak takut sedikitpun, Ia mengatakan bahwa BEM UGM akan tetap berdiri kokoh sebagai penyambung lidah keadilan.
Selengkapnya dalam video ini.
Creative/Video Editor: Awa/Leo