Array

Pakar Se-Asia Bertemu Jelang Konferensi Perubahan Iklim di Paris

Laban Laisila Suara.Com
Jum'at, 03 Juli 2015 | 11:56 WIB
Pakar Se-Asia Bertemu Jelang Konferensi Perubahan Iklim di Paris
Pertemuan pakar lingkungan hidup di Bangkok, Thailand, Jumat (3/7/2015).

Suara.com - Ratusan pakar lingkungan hidup negara-negara Asia, termasuk Indonesia, bertemu dan membahas sejumlah rekomendasi menjelang pertemuan perubahan iklim Conference of the Parties 21 (COP21) yang bakal digelar di Paris, Prancis, pada Desember 2015.

Pertemuan para pakar dan ilmuwan, yang dinamakan sebagai Regional Forum  on Climate Change (RFCC),  berlangsung di Asian Institute of Technology di Bangkok selama tiga hari sejak 1 hingga 3 Juli 2015.

Para pakar dari masing-masing negara menggambarkan dan berbagi masukan dari apa yang telah dilakukan terkait dengan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta rekomendasi terhadap para pemimpin dunia yang bakal bernegosiasi di COP 21.

Pemerintah Prancis sendiri, seperti diakui  Duta Besar Prancis untuk Thailand Thierry Viteu, berambisi dan memiliki target serius untuk agar negosiasi antar negara, baik dari negara berkembang dan antar negara maju berhasil mencapai kesepakatan.

Salah satu yang menjadi  target adalah kesepakatan  soal pembiayaan atas emisi dan sikap serta negara maju merujuk pada target agar suhu bumi tidak lebih dari dua derajat.

“Negosiasi iklim harus menjadi sukses. Penandatanganan perjanjian mengikat selama COP 21, yang akan menargetkan pengurangan emisi karbon yang disesuaikan kenaikan suhu di bawah ambag batas dua derajat, sangat penting. Ini adalah kehormatan besar untuk Perancis untuk memimpin COP 21. Tapi itu juga tanggung jawab yang besar,” kata Viteu di Bangkok, (3/7/2015).

Pertemuan para pakar selama tiga hari ini terbagi dalam beberapa sesi, diantara sidang pleno, sesi teknik hingga kelompok kerja yang melibatkan NGO dan perwakilan pemerintah yang disebut sesi politik.

Khusus untuk kelompok kerja sesi politik terbagi dua bagian dan dilakukan secara tertutup.

Sesi pertama membahas soal Intended Nationally Determined Contribution (INDC), yakni sebuah komitmen sesuai kondisi dan kemampuan yang bakal diajukan negara berkembang.

Sedangkan sesi kedua, adalah membahas soal pembiayaan merujuk pada perubahan iklim yang diperkirakan bakal paling alot dalam negosiasi di Paris nanti.

Suara.com mendapat kesempatan untuk mengikuti perundingan para pakar dalam sesi soal pembiayaan.

Para pakar dari beragam latar belakang ini saling berdebat soal skema biaya dan besaran dana yang harus digelontorkan oleh negara maju, perusahaan penghasil emisi dan pihak swasta lainnya untuk menekan perubahan iklim.

Jumlah dana yang tercatat dari dana terbagi beberapa sektor dan jumlah yakni 10 miliar, 100 miliar pertahun, 330 miliar pertahun, hingga 20 triliun dolar Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI