Bekuk Teroris Bersenjata, 4 Orang Diberi Medali Tertinggi Prancis

Arsito Hidayatullah

Senin, 24 Agustus 2015 | 16:15 WIB
Bekuk Teroris Bersenjata, 4 Orang Diberi Medali Tertinggi Prancis
Presiden Francois Hollande (tengah), Chris Norman (kiri), Anthony Sadler (kedua kiri), Spencer Stone (kedua kanan) dan Alek Skarlatos, di Istana Elysee, Paris, Senin (24/8/2015). [Reuters/Michel Euler]

Suara.com - Presiden Francois Hollande pada Senin (24/8/2015), menganugerahkan medali tertinggi Prancis yakni "Legion d'honneur", kepada empat warga negara asing. Mereka adalah tiga warga Amerika Serikat (AS) dan satu orang Inggris, yang berperan melumpuhkan seorang terduga teroris bersenjata api dalam sebuah kereta di Prancis, beberapa hari lalu.

Penghargaan itu sendiri diserahkan selang sehari setelah fakta baru kejadian itu muncul ke media massa. Terungkap bahwa Spencer Stone (23), salah seorang warga AS yang melumpuhkan tersangka bersenjata itu, tampaknya juga telah menyelamatkan nyawa seorang penumpang lainnya.

"Berhadapan dengan kejahatan bernama terorisme, ada sebuah kebaikan yang dikenal sebagai kemanusiaan. Anda (semua) adalah inkarnasi dari hal itu (kemanusiaan)," ungkap Hollande kepada empat orang tersebut saat penyerahan medali, seperti dikutip Reuters.

Stone sendiri diketahui adalah seorang personel Angkatan Udara (AU) AS yang pada Jumat (21/8) itu melakukan perjalanan bersama dua rekannya, Anthony Sadler (23) yang berstatus mahasiswa dan Alek Skarlatos (22) yang merupakan tentara Garda Nasional AS. Mereka saat itu menumpang kereta dari Amsterdam menuju Paris.

Kepada wartawan dalam jumpa pers, Minggu (23/8), Stone yang hingga saat ini masih cedera, sempat menceritakan bagaimana dia berusaha menghentikan pendarahan seorang penumpang. Itu dilakukannya meski dirinya sendiri saat itu juga sudah terluka akibat serangan sang tersangka teroris.

"Saya datang dan melihat dia (penumpang yang terluka) mengucurkan darah di bagian kiri atau kanan lehernya," ungkap Stone yang juga mengalami luka di lengan kiri dan bagian atas mata kanannya.

"Saya awalnya ingin menggunakan bajuku (untuk menutupi luka orang itu), tapi saya pikir itu mungkin tak akan berhasil. Jadi saya tempelkan saja dua jariku ke lubang lukanya, lalu menemukan apa yang saya yakini sebagai pembuluh darahnya, menekannya, dan pendarahannya pun berhenti," jelasnya, yang mengaku melakukan itu sampai petugas medis datang.

Menurut Dubes AS untuk Prancis, Jane Hartley, lelaki yang ditolong Stone dan tidak disebutkan identitasnya itu sendiri saat ini masih dirawat secara intensif di rumah sakit setempat. Kondisinya sejauh ini disebutkan cukup baik.

Selain ketiga warga AS tersebut, sosok lain yang juga menerima medali dari Hollande adalah Chris Norman, seorang konsultan berusia 62 tahun asal Inggris namun menetap di Prancis. Sementara menurut Stone pula, sebenarnya ada satu lelaki lainnya yang tampaknya orang Prancis, yang turut berperan bahkan mengambil inisiatif duluan dalam menghentikan terduga teroris itu.

Stone dalam kesempatan itu juga berterima kasih pada tim dokter yang menyambungkan kembali jempolnya yang terluka parah oleh sang terduga teroris. Untuk diketahui, tersangka tersebut dilaporkan bersenjatakan sebuah senapan serbu AK-47, sebuah pistol, serta sebuah pisau lipat (box cutter).

Disebutkan, ketiga pemuda AS itu tengah menikmati jalan-jalan di kawasan Eropa, dengan salah satu agendanya adalah perayaan kembalinya Skarlatos dari tugas di Afghanistan. Ketiganya mengakui bahwa mereka tak punya pilihan lain selain bertindak, begitu sang tersangka mulai menyiapkan senapan serbunya. Stone yang berhasil mencekik sang tersangka, saat itu dibantu Skarlatos yang menghantam kepala lelaki itu dengan gagang senjata.

Bekal pengetahuan militer Stone dan Skarlatos jelas berperan banyak dalam tindakan mereka, tidak saja saat melumpuhkan tersangka, namun juga ketika kemudian sempat menyisir kereta demi mengantisipasi adanya tersangka lain. Namun mereka juga mengungkapkan faktor lain, yakni bahwa sang tersangka tampaknya tak terlalu berpengalaman dalam hal senjata sehingga relatif mudah dilumpuhkan.

Sementara itu, Skarlatos pun membantah klaim pengacara tersangka yang menyebutkan bahwa kliennya bukanlah teroris melainkan hanya seseorang yang kelaparan dan berniat merampok kereta itu. Seperti diketahui, pernyataan tersebut disampaikan pengacara tersangka asal Maroko yang bernama Ayoub el Khazzani (26) itu pada Minggu (23/8).

"Tidak butuh delapan magazin (bagi seseorang) untuk (sekadar) merampok sebuah kereta," ungkap Skarlatos menyampaikan analisanya. "Orang itu punya banyak sekali amunisi. Niatnya tampaknya cukup jelas (berdasarkan hal itu)," tegas Skarlatos. [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadapi Musim Panas Tak Biasa, Warga Prancis Serukan Perubahan Iklim

Hadapi Musim Panas Tak Biasa, Warga Prancis Serukan Perubahan Iklim

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:55 WIB

Review Call My Agent! The Movie: Nostalgia Satir Industri Perfilman Prancis

Review Call My Agent! The Movie: Nostalgia Satir Industri Perfilman Prancis

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 10:33 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:23 WIB

Ekonomi Goyang dan Utang Segunung, Prancis Tak Tambah APBN 2027

Ekonomi Goyang dan Utang Segunung, Prancis Tak Tambah APBN 2027

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:21 WIB

Jejak Ulta Levenia dari Peneliti Teroris Jadi Deputi Bakom Kini Ramai Gegara Teori Konspirasi

Jejak Ulta Levenia dari Peneliti Teroris Jadi Deputi Bakom Kini Ramai Gegara Teori Konspirasi

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 12:24 WIB

Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris

Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:20 WIB

EDF Matikan Reaktor Nuklir Prancis Akibat Kekeringan Parah Sungai Meuse dan Moselle

EDF Matikan Reaktor Nuklir Prancis Akibat Kekeringan Parah Sungai Meuse dan Moselle

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris

Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis

Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:16 WIB

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:58 WIB

Terkini

Terlihat Bugar! Gaun Mencolok Sarifah Suraidah dan Tiga Koper Rudy Masud saat Medical Check Up

Terlihat Bugar! Gaun Mencolok Sarifah Suraidah dan Tiga Koper Rudy Masud saat Medical Check Up

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:58 WIB

75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah

75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Media Vietnam Kasih Bocoran Timnas Indonesia Bidik 10 Pemain Naturalisasi Demi Piala Dunia 2030

Media Vietnam Kasih Bocoran Timnas Indonesia Bidik 10 Pemain Naturalisasi Demi Piala Dunia 2030

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Nama Ferry Boboho Kembali Disebut-sebut di Sidang Kasus Suap dan TPPU Febrie Adriansyah

Nama Ferry Boboho Kembali Disebut-sebut di Sidang Kasus Suap dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Dukungan Dana Bergulir LPDB Koperasi Topang KDKMP Tamanmartani Tetap Eksis dan Berkembang

Dukungan Dana Bergulir LPDB Koperasi Topang KDKMP Tamanmartani Tetap Eksis dan Berkembang

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Sebelum Jadi Game Horror, Resident Evil Requiem Hampir Jadi Game Online

Sebelum Jadi Game Horror, Resident Evil Requiem Hampir Jadi Game Online

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Sudah Oktober, Gaji PJLP DKI Masih Rp5,3 Juta dan Rapelan UMP 2026 Tak Kunjung Jelas

Sudah Oktober, Gaji PJLP DKI Masih Rp5,3 Juta dan Rapelan UMP 2026 Tak Kunjung Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Bantah Peras Pengusaha di Kasus Jiwasraya, Febrie Adriansyah Minta Bebas dari Penjara

Bantah Peras Pengusaha di Kasus Jiwasraya, Febrie Adriansyah Minta Bebas dari Penjara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Pakai Minibus Modifikasi, Aksi Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Terbongkar

Pakai Minibus Modifikasi, Aksi Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Terbongkar

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:43 WIB

×