“Soalnya dapat info dari teman kalau di sini lebih ramai, dan setelah saya jualan memang lebih ramai (di Bali).”
Di Bandung, sehari-hari biasanya Aman bekerja sebagai penjahit tas.
Namun, saat mendekati bulan Agustus, waktu bekerjanya ia alihkan untuk berjualan bendera dan atribut merah putih.
Setiap hari, Aman membuka lapak jualannya dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam.
Namun, meski sudah mendapat tempat untuk menggelar barang dagangannya, Aman mengaku pernah ditertibkan oleh aparat.
“Pernah waktu Senin kemarin (8/8/2022), langsung disuruh beresin. Semuanya (penjual bendera) kena. Ya, begitulah risikonya” cerita Aman.
Walaupun begitu, pria yang mengenakan ikat kepala merah putih saat berjualan itu tidak kapok dan tetap berjualan bendera saat musimnya tiba.
Terlebih, Aman juga memperoleh pendapatan yang mencukupi selama menjual bendera dari akhir Juli hingga Agustus.
Setelah masa berjualan bendera usai, Aman akan kembali ke Bandung dan rutinitas Aman kembali seperti normal.
Baca Juga: Bandung Geger, Astaghfirullahaladzim! Sejoli Tanpa Malu "Asyik-Asyik" di Teras Atas Masjid
“Ya, paling besok terakhir, setelah itu balik lagi (ke Bandung),” begitu tutupnya sembari melayani pembeli yang baru mampir ke lapak Aman.
Sumber: SuaraBali.com