Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:11 WIB
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pada Senin (20/10/2025) pihaknya belum berencana melakukan IPO BCA Digital atau Blu. [Dok BCA]
  • BCA memperkuat proteksi nasabah terhadap kejahatan digital karena lebih dari 98 persen transaksi kini dilakukan secara digital.
  • Peningkatan transaksi cepat memicu kelalaian nasabah dan memicu kerugian besar akibat modus penipuan seperti scamming dan phishing.
  • BCA meningkatkan respons cepat pelaporan fraud dan mengembangkan aplikasi untuk memblokir transaksi secara mandiri oleh nasabah.

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) memperkuat sistem perlindungan nasabah dari kejahatan digital. Hal ini seiring dengan meningkatnya transaksi digital.

EVP Contact Center & Digital Service BCA Adrianus Wagimin mengatakan, penetrasi transaksi digital yang masif ini mengubah perilaku transaksi masyarakat menjadi serba cepat, namun di sisi lain meningkatkan potensi risiko penipuan.

"Sekarang semuanya bergerak ke layar handphone. Nasabah ingin serba cepat, serba simpel, dan itu mengubah behavior transaksi secara fundamental," ujar Adrianus seperti dikutip, Jumat (6/2/2026).

Ilustrasi penipuan online. (Freepik/user2846165)
Ilustrasi penipuan online. (Freepik/user2846165)

Ia menyebut, lebih dari 98 persen transaksi nasabah BCA kini dilakukan secara digital. Namun, kecepatan transaksi kerap memicu kelalaian, seperti salah memasukkan nominal transfer atau terburu-buru membagikan data sensitif.

"Kasus orang bayar tagihan Rp 200 juta tapi transfer Rp2 miliar itu ada. Atau salah masukkan nominal karena buru-buru. Perilaku ‘ingin cepat’ ini membuka celah risiko kalau tidak hati-hati," katanya.

BCA juga menyoroti meningkatnya kasus kejahatan digital secara nasional. Mengacu data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) OJK, terdapat lebih dari 411 ribu laporan penipuan digital dalam setahun terakhir dengan nilai kerugian mencapai Rp 9 triliun.

Menurut Adrianus, modus penipuan masih didominasi scamming dan phishing, dengan pola yang semakin beragam.

"Fraudster sekarang makin pintar. Mereka memanfaatkan momen emosional. Ada yang ditelepon bahwa anaknya kecelakaan, terdengar suara ambulans, lalu diminta transfer segera," bebernya.

Ia menegaskan, penipuan digital bisa menimpa siapa saja. Data internal BCA menunjukkan, 55 persen korban berada di usia 26–35 tahun, disusul 28 persen di rentang 36–50 tahun.

"Ini membuktikan semua demografi rentan. Kuncinya adalah kewaspadaan," katanya.

Untuk menekan risiko, BCA mengandalkan respons cepat atas setiap laporan fraud, termasuk verifikasi, pengamanan rekening, serta koordinasi pelacakan dana antarbank.

"Begitu nasabah sadar ada penipuan, aliran dana biasanya sudah berpindah dari rekening A ke B hingga C. Karena itu kami langsung melakukan verifikasi, memproteksi rekening, dan mengoordinasikan tracking dana antarbank," jelasnya.

Selain itu, BCA mengembangkan Halo BCA App yang terintegrasi dengan myBCA untuk memudahkan nasabah melaporkan dan memblokir transaksi secara mandiri.

"Dengan aplikasi, nasabah bisa live chat, cek status laporan seperti tracking pengiriman makanan, memblokir kartu, mengatur limit, membuka blokir PIN, hingga melakukan pengkinian data. Semuanya serba cepat," pungkas Adrianus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan

BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:31 WIB

Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar

Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:03 WIB

BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR

BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 19:42 WIB

Terkini

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:19 WIB

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:55 WIB