"Kita tidak tahu. Apakah orang-orang yang dikondisikan tersebut yaitu penasehat Polri Fahmi yang membuat rilis membantu itu (laporan baku tembak dan pelecehan). Apakah seperti LPSK menolak atau dia menerima?" tegasnya sambil mempertanyakan.
Saor Siagian juga membeberkan soal janji uang miliaran yang akan diberikan pada tiga tersangka pembunuh Brigadir J.
"Bharada E dijanjikan Rp1 miliar, RR Rp500 juta kemudian, Kuat juga Rp500 juta," terangnya.
Belum laga kata Saor Siagian, ada dugaan jika aliran uang Ferdy Sambo juga ada yang mengalir ke DPR.
"IPW juga mengatakan dugaan uang mengalir (dari Ferdy Sambo) juga ke DPR. Bagaimana, apakah mereka ini juga sudah menerima?" kata Saor Siagian mempertanyakan.
"Itu sebabnya, tampak hari ini melaporkan bahwa ada pusaran uang yang barangkali dipakai sekarang setelah proyek namanya pelecehan seksual itu gagal. Dia (Ferdy Sambo) buat lagi modus, yaitu dengan pengkondisian," kata Saor Siagian menjelaskan dugaannya.
Berbicara motif yang masih ditutupi kepolisian, Saor Siagian mengatakan motif pembunuhan ini yang harus dibongkar.
Lantas Saor Siagian menutup pembicaraan, jangan ada lagi kebohongan yang mengatasnamakan harga diri.
Terlebih kata dia, jika berbicara harga diri dan harkat martabat yang melibatkan keluarga.
"Oleh karena itu, sudah jangan lagi dibohongi. Jangan lagi dibilang punya harga diri," kata Saor Siagian.
Saor Siagian menilai jika Ferdy Sambo sudah tidak lagi memiliki harga diri. "Menurut saya ini tidak punya harga diri," katanya.
"Tetapi dia (Ferdy Sambo) mampu menjual anaknya dan mematikan karier 36 polisi. Bagaimana ketakutan keluarganya atau kita semua. Itulah sekarang yang dilakukan Ferdy Sambo ini," kata Saor Siagian menutup pembicaraan dalam acara tersebut.