Dari pekerjaan yang menyibukan diri dengan hal tadi, yang membuatnya lupa pada tanggung jawabnya sebagai manusia di hadapan Allah SWT.
Beda halnya kalau orang tersebut memang musisi, sineas, pengarang lagu, maka hal itu bagian dari pekerjaan yang bernilai.
Dari contoh tadi, UAS mengajak merenung sejenak, apakah kesibukan kita selama ini bisa menjadi bekal menghadap Allah SWT.
Daripada banyak menghabiskan waktu mendengarkan musik, tanpa arti, menonton telebisi tanpa nilai, lebih baik disarankan UAS menyempatkan waktu-waktu tersebut untuk membaca Al Qur'an, sibuk menabung untuk membangun masjid, dan lain sebagainya.
UAS lantas memberikan contoh amalan-amalan yang bisa dilakukan untuk menambah nilai bahkan bisa jadi bekal untuk dihadapkan pada Allah SWT.
- Mendirikan sholat
- Menunaikan zakat
- Mengaji
- Bersedekah
- Membantu fakir miskin
- Membantu orang tua mengatasi masalah
- Menjaga dan berbuat baik kepada orang lain tanpa pilih-pilih
- Meningkatkan ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk membangun kebaikan dan lain sebagainya.
Kontributor : Mutaya Saroh