SuaraBandung.id – Hanya alasan yang bisa diungkap Mabes Polri Ketika publik mendesak agar dilakukan pemeriksaan pada tiga jenderal yang diduga menyebarkan berita bohong tentang skenario yang dibuat Ferdy Sambo.
Skenario bohong yang dibuat ketiga jenderal tersebut adalah soal baku tembak dan pelecehan seksual di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Kabarnya, ketiga jenderal ini diduga turut menyebarkan pengakuan Ferdy Sambo yang diduga untuk menguatkan jika apa yang terjadi di Duren Tiga benar adanya.
Meski ada desakan, rupanya Polri belum berencana memeriksa ketiga jenderal yang masing-masing bertugas sebagai kapolda.
Mereka di antaranya adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak.
Ketiganya diduga ikut membantu skenario mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang menjadi dalang pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat terjadi.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, penyidik tengah fokus melengkapi berkas perkara kelima tersangka pembunuhan Brigadir J, yakni tersangka Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E alias Richard Eliezer, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan KM alias Kuat Maruf.
Bukan itu saja, penyidik juga disebut sedang fokus melengkapi berkas perkara tujuh tersangka obstruction of justice, yang meliputi tersangka Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri, Kombes Agus Nurpatria, mantan Kaden A Biro Paminal Divisi Propam Polri.
Kemudian, AKBP Arif Rahman Arifin, lalu ada mantan Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo.
Selanjutnya ada mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Chuk Putranto, mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, dan AKP Irfan Widyanto, mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.
"Hasil keterangan tadi malam saya dengan Pak Irwasum dan Itsus, sampai dengan hari ini Itsus belum melakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada yang bersangkutan,” katanya.
“Kami masih fokus dua hal yang perlu rekan-rekan ketahui yang pertama fokus dari tim penyidik adalah penyelesaian pemberkasan lima tersangka (pembunuhan Brigadir J)," kata Dedi kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).
"Yang kedua hasil komunikasi pagi ini dengan Direktur Siber sama, masih berproses juga untuk pemberkasan tujuh tersangka terkait menyangkut obstruction of justice," imbuhnya.
Lantas Dedi mengtakan secara tegas jika tim khusus dan inspektur khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan bekerja sesuai fakta yang ditemukan.
Meski begitu, dia mengatakan akan menampung setiap informasi terkait kasus tersebut.
"Perlu saya tegaskan lagi tim irsus bekerja sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan, informasi iya diterima, informasi iya didengarkan, tapi tidak berdasarkan pada asumsi," katanya.
Pelukan Ferdy Sambo dan Lobi Jenderal Bintang Tiga
Sebelumnya, diberitakan Majalah Tempo edisi Sabtu (3/9/2022), Ferdy Sambo disebut menelepon Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sesaat setelah pembunuhan Brigadir J terjadi di rumah dinasnya, Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).
Ferdy Sambo menceritakan apa yang baru terjadi di Duren Tiga, berdasar skenario palsu yang dibuatnya.
Di mana saat itu telah terjadi tembak-menembak antara Bharada E alias Richard Eliezer dan Brigadir J.
Bukan itu saja, dalam ceritanya, Ferdy Sambo mengatakan kepada Fadil bahwa istrinya, Putri Candrawathi telah dilecehkan Brigadir J.
Setelah komunikasi telepon, kemudian menjadikan dasar Fadil menemuinya di Gedung Divisi Propam Polri.
Rupanya pertemuan Fadil dan Ferdy Sambo terekam kamera hingga videonya viral.
Tampak dalam video berdurasi 24 detik ada pertemuan itu diduga terjadi di ruang kerja Ferdy Sambo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/7/2022).
Dalam video tersebut, Fadil mencoba membesarkan hati Ferdy Sambo yang ketika itu istrinya dinarasikan menjadi korban pelecehan Brigadir J.
Seketika, Fadil memeluk, mengusap pundak, hingga mencium kening Ferdy Sambo.
"Saya memberikan support pada adik saya Sambo, agar tegar menghadapi cobaan ini. Ini tidak mudah dan dapat menimpa siapa saja," kata Fadil saat dikonfirmasi, Kamis (14/7/2022).
Ternyata Ini Alasan 3 Jenderal Belum Diperiksa yang Diduga Sebarkan Berita Bohong Skenario Ferdy Sambo
Suara Bandung Suara.Com
Selasa, 06 September 2022 | 16:04 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
Pernah Diisukan Jadi Simpanan Sambo, Begini Foto Baru AKP Rita Yuliana, sang Adik: Nih Pacaran Lagi Kakak?
06 September 2022 | 14:55 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
Entertainment | 20:30 WIB
Lifestyle | 20:24 WIB
Bisnis | 20:21 WIB
Your Say | 20:15 WIB
Your Say | 20:15 WIB
Entertainment | 20:15 WIB
Your Say | 20:10 WIB
Jatim | 20:10 WIB