Gus Baha Berpesan Kepada Umat Islam untuk Menjaga Kalimat Ini, Ternyata Inilah kalimat yang dimaksud

Suara Bandung

Rabu, 21 September 2022 | 12:16 WIB
Gus Baha Berpesan Kepada Umat Islam untuk Menjaga Kalimat Ini, Ternyata Inilah kalimat yang dimaksud
Gus Baha. (Akun instagram @gusbahaofficial)

SuaraBandung.id - Gus Baha berpesan agar kita menjaga kalimatu haqqin, yakni kalimat kebenaran. Cara menjaga kalimat itu yakni dengan menggunakan teori-teori umum bahwa sebuah gambar dimulai dari satu titik walau bagaimanapun rumitnya gambar itu.

"Maka alam apapun jumlah nya nggak terhingga tetep dimulai dari alwahidul qahhar, yaitu satu titik," Kata Gus Baha menjelaskan.

Gus Baha mengungkapkan bahwa dalam konteks tauhid, maka Allah SWT menjadi titik awal. Oleh karena itu, nabi Ibrahim menjadi orang paling berhasil dan begitu juga dengan nabi Muhammad serta para sahabat sehingga anak keturunannya dijadikan sebagai kalimat yang abadi.

Sampai saat ini, kita diajarkan ilmu manthiq yakni logika yang tak terbantahkan. Imam Syafi'i mengatakan bahwa akal akan dipaksa untuk menerima kebenaran, sehingga mau tidak mau logika yang benar itu tidak terbantahkan.

"kata imam Syafi'i karena "akal akan dipaksa menerima kebenaran", Ungkap Gus Baha menambahkan.

Gus Baha juga mengungkapkan bahwa kita tidak usah berkecil hati tinggal di Indonesia. Karena jikalau negara ini rusak sekalipun, asalkan kita bertauhid dengan benar maka kita Insya Allah tetap meninggal dengan husnul khatimah.

"karena sudah janjinya Allah, sing jelas iku nomer satu itu (ucapan yang teguh), memang itu logika yang masuk akal, jadi jangan kira semua orang (ditanya) man robbuka, ndak, banyak ulama yang nggak ditanya, mahsyur itu dalam cerita keramat-keramat, ada guru tauhid ngajarin tauhid, setelah ditanya Munkar-Nakir, Imam Malik datang, kamu nanya ini man robbuka, man nabiuka, kamu tahu ini guru umul barahin yang tukang ngaji tauhid," Gus Baha mengungkapkan.

Gus Baha juga mengungkapkan bahwa seseorang di akhirat nanti akan mengalami dan merasakan sesuatu sebagaimana yang ia bayangkan.

"karena orang itu akan mengalami seperti yang dirasakan, saya ndak bayangkan akan ngalami itu. Makanya saya ini ngajar tauhid terus, paling ndak kalau ditanya man robbuka man nabiuka, sampeyan tau profesi saya? saya ini pengajar tauhid, dan biji (nilai) saya sembilan, hha.", Gus Baha mengungkapkan.

baca juga

Pesan Gus Baha tentang kalimatul haqqin itu dilansir dari video dalam kanal YouTube Kakang Prabu yang diunggah pada 31 Maret 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Baha Ungkap Keistimewaan Orang Sombong

Gus Baha Ungkap Keistimewaan Orang Sombong

Bandung | Selasa, 20 September 2022 | 15:45 WIB

Gus Baha Bongkar Dendam yang Direstui Allah SWT

Gus Baha Bongkar Dendam yang Direstui Allah SWT

Bandung | Selasa, 20 September 2022 | 14:57 WIB

Agama Bisa Rusak Jika Baca Surah Ini Saat Sholat Ungkap Gus Baha

Agama Bisa Rusak Jika Baca Surah Ini Saat Sholat Ungkap Gus Baha

Bandung | Selasa, 20 September 2022 | 14:26 WIB

Gus Baha Bongkar Amalan yang Bisa Mengubah Penghuni Neraka Jadi Ahli Surga

Gus Baha Bongkar Amalan yang Bisa Mengubah Penghuni Neraka Jadi Ahli Surga

Bandung | Selasa, 20 September 2022 | 13:58 WIB

Terkini

Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres

Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres

Bali | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:46 WIB

Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029

Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru

Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:43 WIB

3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit

3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:40 WIB

Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah

Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir

Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol

Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:34 WIB

Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka dalam Kasus Judol Internasional di Hayam Wuruk

Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka dalam Kasus Judol Internasional di Hayam Wuruk

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:30 WIB

Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya

Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:27 WIB