Gelombang Unjuk Rasa Tolak BBM Mahal di Bandung, 4 Tuntutan Buruh Jadi Harga Mati, Jika Tidak

Suara Bandung

Rabu, 21 September 2022 | 15:37 WIB
Gelombang Unjuk Rasa Tolak BBM Mahal di Bandung, 4 Tuntutan Buruh Jadi Harga Mati, Jika Tidak
Aksi burun di Bandung menuju Gedung Sate, 12 September 2022. (Sumedang.suara.com)

SuaraBandung.id – Ribuan buruh mengepung Gedung Sate tempat Gubernur Ridwan Kamil berkantor.
 
Sejak pagi gelombang buruh terus berdatangan sambal menyuarakan menolak harga BBM mahal yang jadi keputursan Presiden Jokowi.
 
Massa buruh mengepung area masuk Gedung Sate sajak pagi hingga siang tadi. Mereka meminta pemerintah pusat hingga daerah berpikir untuk rakyat.
 
Unjuk rasa yang berlangsung di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, mayoritas menyuarakan empat tuntutan yang jadi harga mati.
 
Ketua umum konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto menyebut, massa buruh datang dengan memperjuangkan empat tuntutan.
 
Dari empat tuntutan, satu di antaranya adalah menolak harga BBM naik alias mahal.
 
Mereka juga menolak Undang-udang Cipta Kerja yang dirasa merugikan buruh.
 
“Ketiga meminta Gubernur Jabar merevisi UMK (Upah Minimum Kerja) tahun 2022,” kata buruh dalam orasinta. 
 
Mereka berasalan di tahun 2022 UMK tidak naik, maka sejatinya pemerintah bijak sebelum memgambil keputusan membatasi subsidi BBM.
 
“Adanya kenaikan bbm ini harusnya ada penyesuaian kenaikan upah. Dan yang ke empat adalah tentang kenaikan UMK tahun 2023,” katanya di lokasi aksi, Rabu (21/9).
 
Menghadapi 2023, Roy mengatakan jika kenaikan UMK sangat penting. 
 
Dengan mahalnya harga BBM, dipastikan semua akan naik mengikuti BBM.
 
Sehingga di tahun 2023, harga kebutuhan akan mengalami peningkatan harga.
 
Dia mengatakan, inflasi sudah ada di angka enam persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,1 persen. 
 
“Tentu ini tidak logis. Upah tidak naik, tetapi harga-harga naik terus.Ini akan menurunkan daya beli dari pada teman-teman buruh,” ucapnya
 
“Kita lihat saja Pertalite, dari Rp 7.600 menjadi Rp 10.000 (per liter),” katanya.
 
“Dan ini kenaikannya itu 32,42 persen. Kemudian solar dengan harga sekarang (Rp 6.800 per liter) itu kenaikannya 26,2 persen,” ucapnya lagi. 
 
Kemudian, secara tegas Roy mengatakan jika tuntutan buruh tidak direspon, pihaknya akan melakukan aksi dengan jumlah masa lebih besar.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luis Milla Geleng-Geleng, Duet Striker Persib Makin Tajam!

Luis Milla Geleng-Geleng, Duet Striker Persib Makin Tajam!

Bandung | Selasa, 20 September 2022 | 10:51 WIB

Debut Saat Lawan Barito Putera, Pemain Persib David Rumakiek Berharap Bisa Lebih Baik!

Debut Saat Lawan Barito Putera, Pemain Persib David Rumakiek Berharap Bisa Lebih Baik!

Bandung | Selasa, 20 September 2022 | 13:25 WIB

Ada yang Jualan Seragam di SMP Negeri Bandung, Pengamat Pendidikan: Banyak Aturan yang Dilanggar

Ada yang Jualan Seragam di SMP Negeri Bandung, Pengamat Pendidikan: Banyak Aturan yang Dilanggar

Bandung | Selasa, 20 September 2022 | 10:15 WIB

Persib Bandung Berhasil Lanjutkan Tren Kemenangan, Beckham: Perjalanan Masih Jauh!

Persib Bandung Berhasil Lanjutkan Tren Kemenangan, Beckham: Perjalanan Masih Jauh!

Bandung | Senin, 19 September 2022 | 14:56 WIB

Terkini

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:46 WIB

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:29 WIB

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:23 WIB

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:05 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Banten | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:48 WIB

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Jatim | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:41 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB