Irma Hutabarat menduga-duga, jika perampasan senjata itu sudah dilakukan sehari sebelum kejadian, artinya ada satu rencana besar yang tidak diketahui Brigadir J.
Dugaan besar jika barang bukti isi chat tersebut akan dibongkar di pengadilan untuk menguatkan jika Brigadir J memang diduga direncanakan untuk dihabisi.
Persekongkolan untuk menghabisi Brigadir J
![Kolase Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir J, dan Bripka RR. [Instagram @kadivpropam/youtube polri tv]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2022/09/14/1-kolase-ferdy-sambo-putri-candrawathi-brigadir-j-dan-bripka-rr.png)
DIDUGA adanya persekongkolan sudah dilakukan sejak di Magelang.
Soal kebenaran adanya pelecehan seksual yang dituduhkan pada Brigadir J semakin tidak jelas.
Meski begitu, Ferdy Sambo masih bersikeras jika apa yang terjadi adalah dipicu atas dugaan pelecehan Brigadir J pada sang istri, Putri Candrawathi.
Ferdy Sambo mengatakan pada publik jika sang istri, Putri Candrawathi tidak bersalah dalam dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Dikatakan Ferdy Sambo, jika istrinya tidak tahu menahu atas pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri pada Jumat (8/7/2022).
Akan tetapi apa yang dikatakan Ferdy Sambo ini kemungkinan akan terbantah jika bukti kuat yang diungkap aktivis perempuan Irma Hutabarat diungkap di pengadilan.
Irma Hutabarat mengatakan jika dirinya melihat ada bukti kuat soal isi chat Brigadir J pada Putri Candrawathi.
Isi chat Brigadir J dengan Putri Candrawathi diketahui beberapa jam sebelum terjadi pembantaian di Duren Tiga.
Apa yang dilakukan Brigadir J pada Putri Candrawathi ini dinilai janggal tak lazim.
Namun, lebih tidak lazim lagi apa yang diduga dilakukan istri Ferdy Sambo dengan menguasai dua senjata milik Brigadir J.
Jika benar istri Ferdy Sambo menguasai dua senjata Brigadir J dengan cara mengambil paksa atau tanpa sepengetahuan, artinya dampak mengerikan bisa terjadi.
Bukan itu saja, apa yang dilakukan istri Ferdy Sambo sangat berani jika benar melakukan penguasaan pada dua senjata milik Brigadir J.