SuaraBangung.id - Kasus dugaan pembunuhan berenca terhadap Brigadir J akan segera disidangkan dalam waktu dekat ini.
Kabar terbaru adalah pihak Kejaksaan telah melimpahkan berkas dan barang bukti dalam kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel).
Dalam waktu dekat pihak PN Jaksel akan segera memberi penugasan pada hakim untuk menjadi hakim dalam kasus dugaan pembunuhan berencana yang diduga didalangi Ferdy Sambo.
Sebelum dilimpahkan dari Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, Ferdy Sambo masih bersikeras jika semua terjadi gara-gara ada laporan Brigadir J diduga melecehkan sang istri, Putri Candrawathi.
Lantas seperti apa prosesi persidangan nanti? Akankah keadilan akan tegak sebagaimana yang diharapkan?
Berikut adalah sejumlah kesaksian yang diberikan para tersangka dan saksi mata dari Susi asisten rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Pakaian acak-acakan
SUSI sebagai Asisten Rumah Tangga (ART), dikenal sangat dekat dengan Putri Candrawathi.
Ternyata dalam kesaksiannya, Susi mengatakan dirinya mendengar semuanya, termasuk saat Putri Candrawathi menangis.
Di sana Susi juga melihat Kuat Ma'ruf masuk ke kamar untuk menghampiri istri Ferdy Sambo yang disebut sudah dalam keadaan pakaian acak-acakkan..
Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengar pendapat pada 24 Agustus 2022 menanyakan terkait hal tersebut.
Dikutip dari channel YouTube DPR RI, Sarifuddin Sudding juga menanyakan soal rangkaian peristiwa di Magelang.
Hal itu kata dia, menjadi pemicu kemarahan Ferdy Sambo, sehingga tega membunuh ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Susi bersama Kuat, mendengar tangisan Putri Candrawathi dari dalam kamar.
Setelah itu mereka berdua kemudian menyarankan agar Putri bercerita ke Ferdy Sambo.
"Mendengar ada tangisan di dalam kamar PC, didengar oleh Kuat, didengar oleh Susi," katanya.
"Lalu kemudian ingin konfirmasi apa yang sedang dialami Ibu PC pakaian acak-acakan sambil menangis," tutur Sudding.
"PC menelepon FS sambil menangis bahwa saya diperlakukan seperti ini oleh Brigadir J, ditanya lebih lanjut di Jakarta nanti saya jelaskan," kata dia.
Ketahuan Kuat
![Kolase foto dokumen istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan mendiang Brigadir J. [tvone]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2022/09/06/1-kolase-foto-dokumen-istri-ferdy-sambo-putri-candrawathi-kuat-maruf-dan-mendiang-brigadir-j.jpg)
BRIGADIR J pada 4 Juli 2022 diduga melakukan hal yang senonoh pada istri Ferdy Sambo.
Saat itu diduga terjadi peristiwa Brigadir J akan mengangkat (menggendong) Putri Candrawathi yang sedang tidur siang di sofa ke kamarnya.
Pada siang hari Putri Candrawathi tertidur di sofa di ruang tamu.
Lalu kemudian datang Brigadir J ingin membopong, mengangkat PC untuk masuk ke dalam kamar.
“Melihat kejadian itu, Kuat membentak Brigadir J agar tidak melakukan itu dan tidak menyentuh Ibu, lalu kemudian mengurungkan niatnya," jelas Sudding.
Masuk kamar
BRIGADIR J dituduh masuk ke dalam kamar istri Ferdy Sambo secara mengendap-endap.
Akan tetapi, hal itu dilihat dan ditegur oleh Kuat Maruf, yang membuat Brigadir J langsung melarikan diri.
"Saat itu Brigadir J masuk ke dalam kamar Putri di lantai 2 dan keluar dari kamar dilihat oleh Kuat, mengendap-ngendap lalu kemudian ditegur. Kenapa masuk ke kamar Ibu? Kemudian lari," kata dia.
Sumber : Suara.com